Sabtu, 16 Desember 2017



Liputan6.com, Jakarta - Ambassador Designated of The State of Palestine atau Duta Besar Otoritas Palestina, Zuhair Alshun menjelaskan kondisi negaranya pascapernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Menurut Zuhair, warga Palestina melakukan unjuk rasa di seluruh wilayahnya.
"Rakyat Palestina menyatakan penolakannya terhadap keputusan ini. Terjadi demonstrasi di semua kota Palestina," ujar Zuhair di Kantor CDCC Jalan Brawijaya VIII, Jakarta Selatan, Senin (11/12/2017).
Dia menyebut, ada ratusan warga Palestina yang mengalami luka-luka ketika menyuarakan aspirasinya tersebut.
"Korban sudah ada yang luka-luka ratusan, ada empat korban tewas di Gaza, dan ratusan lagi luka-luka,” ucapnya.
Zuhair mengatakan, rakyat Palestina masih terus bergerak. Sementara, pihak pemerintah melakukan pertemuan bilateral dengan negara lain.
"Rakyat Palestina terus menerus berusaha bergerak, ada pertemuan-pertemuan bilateral dengan Mesir dengan Jordan (Yordania) juga mempersiapkan pertemuan puncak dengan OKI (Organisasi Kerjasama Islam)," paparnya.
Selain itu, lanjut Zuhair, Palestina juga mengapresiasi demonstrasi yang ada di seluruh dunia terkait pernyataan Trump.
"Sebagaimana Anda mengikuti reaksi demonstrasi-demonstrasi di seluruh dunia untuk memberikan dukungan kepada rakyat Palestina. Ini semua adalah pesan yang jelas dan tegas kepada Presiden Trump untuk mengubah keputusannya," tegas Zuhair.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengeluarkan pernyataan yang menggemparkan dunia. Pernyataan tersebut adalah mengakui Yerusalem sebagai Ibukota dari Palestina.
(Roni)

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah mengunjungi website resmi Himpunan Mahasiswa Kimia FMIPA UNY
"Hima Kimia 2018, Kembangkan Diri, Berdedikasi, Wujudkan Himaki Jaya"

AGENDA HIMAKI

AGENDA HIMAKI
DIES NATALIS JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA KE 62

GALERI HIMAKI

GALERI HIMAKI
Dokumentasi Agenda Himaki
HIMAKI UNY. Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Follow by Email

Pengunjung 2018

admin

Arvian : 085741331362

Entri Populer