Kamis, 22 Februari 2018



Hai, guys! Gimana kuliahnya di semester baru ini? Harus selalu semangat, ya! Omong-omong soal mahasiswa nih, akhir-akhir ini dimana-mana heboh para mahasiswa yang menyikapi pemerintah secara kritis. Sikap mahasiswa itu bukan semata-mata karena emosi belaka, tetapi ada maksud untuk memajukan bangsa Indonesia ini.
Sikap kritis mahasiswa itu mempunyai peran penting dalam berjalannya kepemerintahan, mahasiswa rawan akan mengevaluasi kinerja pemerintah. Menurut Knopfemacher, mahasiswa merupakan insan-insan calon sarjana yang dalam keterlibatannya dengan perguruan tinggi (yang makin menyatu dengan masyarakat), didik dan diharapkan menjadi calon-calon intelektual. Nah, mahasiswa diharapkan oleh banyak orang agar nantinya menjadi insan yang intelektual, karena mahasiswa adalah cikal bakal penerus bagi bangsa ini.


“Berikan aku sepuluh pemuda yang mencintai Indonesia, maka akan kugoncangkan dunia.”―Ir. Soekarno.

 Mengapa Presiden Pertama Indonesia mengatakan hal seperti yang tertulis di atas? Karena pemuda adalah agen perubahan atau dalam bahasa inggrisnya agent of change. Ya, agen perubahan karena pemuda memiliki pola pikir yang kritis terhadap banyak hal, tentunya dalam hal yang bertujuan untuk perubahan yang lebih baik. Karena pemuda adalah masa pertumbuhan setelah remaja, remaja yang dominannya yang masih mencari jati diri. Mahasiswa adalah pemuda yang melanjutkan jenjang Sekolah Menengahnya ke Universitas atau Sekolah Tinggi, dan dalam perkuliahannya mahasiswa seringkali didorong untuk menjadi jiwa-jiwa yang kritis; peka; intelektual.
Aksi mahasiswa Indonesia sudah terjadi sejak 1908 sampai sekarang, tidak sedikit korban akibat aksi-aksi yang dilakukan sejak dahulu. Hal-hal ini didasari oleh sikap kritis dan peka mahasiswa yang berani melawan hal yang mereka anggap melenceng dari yang seharusnya.
HIDUP MAHASISWA!

(kz)

Senin, 12 Februari 2018


Regenerasi Pembawa Perubahan 

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Tonggak kepemimpinan berpindah pada generasi yang muda. Bukan untuk melupakan yang tua melainkan belajar dari pengalaman yang lalu agar berjalan lebih baik lagi. Baru-baru ini para pimpinan masing-masing ORMAWA (Organisasi Mahasiswa) FMIPA UNY resmi dilantik. Acara pelantikan pengurus ORMAWA (Organisasi Mahasiswa) periode 2018 ini dilaksanakan pada hari Jum’at, tanggal 9 Februari 2018, di D07.01.1.07 atau Ruang Sidang Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Univesitas Negeri Yogyakarta. Acara tersebut didatangi oleh perwakilan Pengurus Inti setiap ORMAWA, yaitu Ketua, Sekretaris Jenderal, Sekretaris I, Sekretaris II, Bendahara I, Bendahara II, para perwakilan adalah pengurus yang terpilih untuk periode 2018 ini. Selain itu, pelantikan ini juga dihadiri oleh eks-ketua ORMAWA periode 2017, Dekan, Wakil Dekan, Ketua Jurusan, dan Dosen Pembimbing Ormawa.

Dekan FMIPA UNY, dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa UNY sudah memasuki urutan 10 besar perguruan tinggi se-Indonesia dan UNY adalah perguruan tinggi berbasis keguruan pertama yang masuk dalam 10 besar perguruan tinggi se-Indonesia. Kurang keren apa lagi kampus kita tercinta ini.  Dan ternyata FMIPA UNY adalah yang paling berpengaruh dalam pencapaian tersebut karena prestasi yang dicetak dan akreditasi A yang sudah dimiliki hampir semua program studi FMIPA UNY. Maka dari itu, diharapkan dengan adanya regenerasi ini akan membawa perubahan dan terus meningkat baik dalam prestasi atau yang lainnya.

Dalam acara ini ketua ORMAWA dipersilahkan maju ke depan untuk dilantik dengan diberi SK atau Surat Keterangan untuk seluruh pengurus, SK tersebut sebagai bentuk pengangkatan menjadi pengurus 2018. Selain SK, ketua juga diberi pin sebagai tanda sudah melalui pelantikan.

Selamat dan sukses mengemban amanah yang sudah diberikan. Tetap semangat dan berilah yang terbaik untuk ORMAWA FMIPA UNY. Jangan putus asa, ingat setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, fighting! 

(Khanza)



Belajar menjadi seperti air itu perlu.Sifat air yang selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah dianalogikan seperti sikap rendah hati pada manusia. Ia peduli dengan lingkungan sekitar dan tidak selalu menargetkan dirinya untuk terus berada di atas untuk menjadi sesuatu yang lebih berguna. Dengan sifatnya tadi air akan mampu mengisi setiap celah yang kosong. Yap, terkadang kita perlu menjadi tak seperti biasanya untuk bisa mencapai pada sesuatu yang bernilai lebih. Tak hanya itu, air juga tak pernah membuat dirinya menjadi benar-benar hilang. Dalam siklusnya, air akan tau kemana ia akan bermuara, pulang ke tempat ia kembali.
Mau menjadi air jernih atau keruh? Air tenang atau beriak? Itu semua adalah pilihan kita. Satu hal yang harus selalu kita ingat, baik jernih ataupun keruh tetap saja air akan selalu menebar manfaat kebaikan. Tidak bisakah kita juga menjadi seperti air?

Untuk membaca lebih lanjut dapat menuju ke Buletin Al Chemist Air

AGENDA HIMAKI

AGENDA HIMAKI
DIES NATALIS JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA KE 62

GALERI HIMAKI

GALERI HIMAKI
Dokumentasi Agenda Himaki
HIMAKI UNY. Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Pengunjung 2018

admin

Arvian : 085741331362

Entri Populer