• BENTUK MOLEKUL ~ Oleh Alifia Widyastuti


    BENTUK MOLEKUL

    Atom atom yang berikatan secara kovalen akan menghasilkan molekul – molekul yang bersifat polar atau non polar. Kepolaran molekul ini dipengaruhi oleh kepolaran ikatan di dalam molekul dan bentuk molekul. Bentuk molekul dapat diramalkan menggunakan Teori Domain Elektron

    Teori domain elektron
    Teori domain elektron adalah cara meramalkan geometri molekul berdasarkan tolak-menolak elektron-elektron pada kulit luar atom pusat. Teori ini merupakan penyempurnaan dari teori VESPR. Domain elektron berarti kedudukan elektron atau daerah keberadaan elektron. Jumlah domain elektron ditentukan sebagai berikut :
    1.        Setiap elektron ikatan (tunggal, rangkap atau rangkap tiga) merupakan satu domain.
    2.        Setiap pasangan elektron bebas merupakan satu domain.

    Prinsip teori domain elektron adalah sebagai berikut:
    1.        Antar domain elektron pada kulit luar atom pusat saling tolak-menolak sehingga
    domain elektron akan mengatur diri, sehingga tolak-menolak seminimum mungkin.
    2.        Tolakan antardomain elektron bebas > tolakan antardomain elektron ikatan.
    3.        Bentuk molekul ditentukan oleh pasangan elektron bebas dan elektron ikatan.

    Bentuk Molekul
    Berdasarkan Teori hibridisasi, orbital – orbital atomik dari suatu atom dengan perbedaan tingkat energi yang kecil dapat bercampur membentuk orbital – orbital atomik hibrid. Pencampuran orbital – orbital akan membentuk orientasi orbital.
    Terdapat lima bentuk orientasi orbital, yaitu:
    a.       Linier
    b.      Trigonal planar
    c.       Tetrahedron
    d.      Trigonal bipiramidal
    e.       Oktahedron
    Gambar orientasi orbital adalah sebagai berikut :
    Fig 10 4-5

    Menentukan tipe molekul berdasarkan Teori Domain Elektron adalah sebagai berikut:
    a.              Menentukan elektron valensi atom pusat EV
    b.             Menentukan jumlah domain elektron ikatan  ( X )
    c.              Menentukan jumlah domain elektron bebas ( E )
    Berikut tabel beberapa tipe bentuk molekul
    Jumlah Pasangan Elektron Ikatan (X)
    Jumlah Pasangan Elektron Bebas (E)
    Rumus (AXnEm)
    Bentuk Molekul
    Contoh
    2
    0
    AX2
    Linear
    CO2
    3
    0
    AX3
    Trigonal planar
    BCl3
    2
    1
    AX2E
    Bengkok
    SO2
    4
    0
    AX4
    Tetrahedron
    CH4
    3
    1
    AX3E
    Piramida trigonal
    NH3
    2
    2
    AX2E2
    Planar bentuk V
    H2O
    5
    0
    AX5
    Bipiramida trigonal
    PCl5
    4
    1
    AX4E
    Bidang empat/Seesaw
    SF4
    3
    2
    AX3E2
    Planar bentuk T
    IF3
    2
    3
    AX2E3
    Linear
    XeF2
    6
    0
    AX6
    Oktahedron
    SF6
    5
    1
    AX5E
    Piramida segiempat
    IF5
    4
    2
    AX4E2
    Segiempat datar
    XeF4

    PERAN KIMIA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
    Kimia memiliki banyak peran dalam kehidupan kita. Ilmu Kimia memiliki cakupan pengetahuan yang luas sehingga keterkaitan antara satu bidang ilmu dengan bidang ilmu lainnya sangat erat. Ilmu kimia juga diperlukan oleh bidang ilmu lainnya yang tidak dapat digantikan dengan ilmu lainnya. Dunia kesehatan,geologi,biologi merupakan contoh bidang-bidang yang memerlukan peran kimia. Berikut adalah beberapa manfaat ilmu kimia dalam kehidupan manusia.

    1.  Bidang Kesehatan atau Kedokteran
    Ilmu kimia banyak memberikan peran dengan ditemukannya perombakan makanan seperti karbohidrat, protein, dan lipid. Hal ini mempermudah para ahli bidang kesehatan untuk mendiagnosa berbagai penyakit. Interaksi kimia dalam tubuh manusia dalam sistem pencernaan, pernafasan, sirkulasi, ekskresi, gerak, reproduksi, hormon, dan sistem saraf, telah mengantarkan penemuan dalam bidang farmasi khususnya penemuan obat-obatan.
    2.      Bidang Pertanian
    Bidang pertanian modern telah menggunakan pupuk dan pestisida. Manfaat pupuk pada tumbuhan adalah merangsang pertumbuhan akar, batang, dan daun serta meningkatkan mutu dan jumlah hasil yang baik. Pupuk mengandung senyawa kimia anorganik yang dapat  ditemukan di alam atau dibuat manusia. Penggunaan pestisida dapat memusnahkan hama-hama dan meningkatkan produksi tumbuhan dengan cepat.
    3.      Bidang Arkeologi
    Dalam menentukan umur suatu fosil diperlukan alat yang dinamakan radiosotop. Tentu saja alat tersebut merupakan hasil dari penerapan teknologi ilmu kimia yang biasa digunakan oleh para arkeolog untuk memudahkan penentuan umur suatu fosil.
     
    4.      Bidang Geologi
    Sifat-sifat kimia dari berbagai material bumi dan teknik analisisnya telah mempermudah para geolog dalam mempelajari kandungan material bumi, logam maupun minyak bumi.
    5.  Bidang Industri atau mesin
    Penerapan ilmu kimia juga digunakan dalam bidang industri. Mesin-mesin di industri membutuhkan logam dengan sifat tertentu yang sesuai dengan kondisi dan bahan yang digunakan. Hal ini banyak digunakan dalam dalam pembuatan semen, kayu, cat, paku,besi,pipa,lem,dan baja.
    INDIKATOR ASAM DAN BASA
    Indikator adalah suatu zat penunjuk yang dapat membedakan larutan asam, basa, atau
    netral menggunakan beberapa indikator dengan memperhatikan perubahan pada trayek pH tertentu. Kegunaan indikator adalah untuk mengetahui berapa kira-kira pH suatu larutan. Disamping itu, indikator asam basa digunakan untuk mengetahui titik akhir kosentrasi pada beberapa senyawa organik dan senyawa anorganik.

    Asam secara umum merupakan senyawa kimia yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH kurang dari 7. Asam adalah suatu zat yang dapat memberi proton (ion H+) kepada zat lain (donor proton) atau dapat menerima pasangan elektron bebas dari suatu basa.
     Secara umum, asam memiliki sifat sebagai berikut:
    1.  Memiliki rasa masam
    2.  Menghasilkan ion H+ jika dilarutan dalam air
    3.  Dapat menyebabkan korosif terhadap logam.
    4.  Memerahkan kertas lakmus

                Basa adalah zat-zat yang dapat menetralkan asam. Secara kimia, asam dan basa saling berlawanan. Jika zat asam menghasilkan ion hidrogen (H+) yang bermuatan positif, maka dalam hal ini basa mempunyai arti bahwa ketika suatu senyawa basa di larutkan ke dalam air, maka akan terbentuk ion hidroksida (OH-).      
      Secara umum, basa memiliki sifat sebagai berikut:
    1. Kaustik
    2. Rasanya pahit
    3. Akseptor proton dan donor elektron
    4. Menghasilkan ion OH- jika larut dalam air
    5. Membirukan kertas lakmus
    Indikator asam dan basa
    Dalam laboratorium kimia, indikator asam-basa yang biasa di gunakan adalah indikator buatan dan indikator alami, Berikut ini penjelasan tentang indikator asam-basa buatan dan indikator asam-basa alami.

    1. Indikator Buatan
    Indikator buatan adalah indikator siap pakai yang sudah dibuat di laboratorium atau pabrik alat-alat kimia. Contoh indikator buatan adalah kertas lakmus yang terdiri dari lakmus merah dan lakmus biru. Kertas lakmus adalah kertas yang diberi senyawa kimia sehingga akan menunjukkan warna yang berbeda setelah dimasukkan pada larutan asam maupun basa. Ketika kertas lakmus merah dimasukkan pada larutan asam maka warna kertas tidak berubah namun ketika dimasukkan ke dalam larutan basa maka lakmus merah akan berubah warna menjadi biru. Untuk lakmus biru, jika kertas dimasukkan dalam larutan asam maka lakmus akan berubah warna menjadi merah tetapi apabila dimasukkan ke dalam larutan basa, warna kertas tidak berubah.

    2. Indikator Alami
    Indikator alami merupakan indikator yang berasal dari bahan-bahan alam yang dapat berubah warna dalam larutan asam, basa, dan netral. Indikator alami yang biasanya digunakan dalam pengujian indikator asam basa adalah tumbuhan yang berwarna mencolok, berupa bunga-bungaan, umbi-umbian, kulit buah, dan dedaunan.
    Perubahan warna indikator bergantung pada warna jenis tanamannya, misalnya kembang sepatu merah di dalam larutan asam akan berwarna merah dan di dalam larutan basa akan berwarna hijau.
    Setiap zat atau senyawa mempunyai sifat asam, basa, atau netral. Kita dapat menentukan apakah zat yang ada di sekitar kita mengandung zat asam, basa, atau netral dengan menggunakan indikator. Indikator ini dapat berupa indikator buatan dan indikator alami. Tentunya kita juga dapat menentukan hasilnya melalui percobaan yang dilakukan baik itu dengan indikator alami maupun dengan indikator buatan dengan memperhatikan perubahan warna dan ketentuan yang berlaku pada tiap-tiap indikator.


    Nama                           : Alifia Widyastuti

    Nama Kelompok         : Etanol
    Nomor Kelompok       : 03
     


  • 0 Comments:

    Posting Komentar

    Terimakasih telah mengunjungi website resmi Himpunan Mahasiswa Kimia FMIPA UNY

    ACHIEVEMENTS

    Demi Memajukan Jurdik Kimia FMIPA UNY

    46

    Program Kerja

    700+

    Anggota

    52

    Staff Himaki

    15921

    Pengunjung Website