• open karya

     

    Konsumsi brutu ( phygostyle) menjadi pikun (Alzheimer)?

    oleh : Sigit Khoirul Anam

     

        Makan brutu akan menyebabkan kepikunan hal itulah yang biasa diucapkan oleh beberapa orang tua khususnya di pulau jawa lalu sebenarnya apakah memang benar, berikut adalah hubungan brutu dengan kepikunan.

        Phygostyle adalah nama ilmiah untuk menyebut tunggis ayam, berfungsi untuk mengontrol semua gerakan di bagian ekor, menopanag bulu dan mengontrol bulu di bagian ekor bagian ini juga merupakan tempat berkumpulnya bulu-bulu dari ekor unggas (Sciencedirect). Sedangkan kepikunan adalah sebutan umum masyarakat indonesia terhadap penyakit Alzheimer, penyakit otak yang mengakibatkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir dan bicara, serta perubahan perilaku secara bertahap (Alzheimer’s Indonesia).

        Penyakit Alzheimer dimulai ketika dua fragmen protein abnormal berakumulasi di plak dan mulai menghancurkan hippocampus kemudian merusak tempat bahasa diproses kemudian orang kehilangan kemampuan untuk mengatur emosi dan perilaku(samantha donovan 2017, Australian ABC) beberapa  faktor penyebab penyakit Alzheimer adalah usia, cedera otak, depresi, dan lingkungan(international conference on Alzheimer Disese di toronto 1990).

        Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Nutrition and Dietary Studies of America,Tunggir ayam sendiri mengandung 11% zat besi. Semakin tinggi konsentrasi zat besi di otak maka semakin cepat penurunan fungsi kognitif pada orang yang memiliki amyloid(protein yang menumpuk di otak seperti para pengidap alzheimer) di otaknya. kadar zat besi juga meningkat seiring bertambahnya usia pada saat usia lebih dari 50 tahun(samantha donovan 2017, Australian ABC).

        Journal Nature Communications, Tim aylon melakukan penelitian hubungan antara kadar zat besi otak dan penurunan kognitif  selama 3 tahun, mereka menemukan bahwa orang orang dengan feritin tinggi (protein yang menyimpan dan melepas zat besi) memiliki penururuna fungsi kognitif  yang lebih cepat dan penyusutan hippocamapus yan lebih cepat. Mereka juga menemukan bahwa orang dengan varian gen APOE-e4 (dikenal sebagai faktor resiko  genetik terkuat untuk penyakit ini) memiliki kadar zat besi yang tinggi di otak.

        Pembeda antara penderita alzheimer dan orang normal adalah adanya protein yang menyumbat singal otak. Pada mayat penderita alzheimer peneliti menemukan adanya protein dan sekelompok kecil zat(plak beta-amyloid) menyumbat sistem saraf otak “saat peneliti menguliknya mereka menemukan logam, logam ini menyebabkan radikal bebas” ujar Neal Bernand dari George Washington University of Medicine.

        Brutu memang berpotensi untuk mengakibatkan penyakit alzheimer karena kandungan zat besinya, begitupula makanan makanan lain yang mengandung zat besi jadi makanan apapun jika dimakan secara berlebihan akan mendatangkan penyakit.

  • 0 Comments:

    Posting Komentar

    Terimakasih telah mengunjungi website resmi Himpunan Mahasiswa Kimia FMIPA UNY

    ACHIEVEMENTS

    Demi Memajukan Jurdik Kimia FMIPA UNY

    48

    Program Kerja

    700+

    Anggota

    53

    Staff Himaki

    18555

    Pengunjung Website