Minggu, 12 Februari 2017

      Tato merupakan salah satu hasil kreativitas seni yang terlukis di bagian tubuh seseorang. Henna sering digunakan oleh masyarakat India khususnya wanita pada acara penikahan mereka. Kebanyakan tato permanen diperoleh dengan cara yang dapat menyakiti kulit tubuh seseorang, maka dari itu muncullah inovasi tato yang bersifat sementara yaitu dengan cara tato henna. Henna sangat digandrungi oleh para wanita. Mulai dari anak-anak, artis, remaja, hingga ibu hamil. Henna berasal dari tumbuhan alami yang tak berbahaya dan bahkan pada zaman dulu digunakan sebagai bahan kosmetik. Tumbuhan henna di olah menjadi serbuk, umumnya serbuk henna berwarna hijau dan akan berubah warna menjadi merah kecoklatan ketika ditambah dengan air. Pada keadaan yang seperti ini, henna masih tergolong aman.
      Kemudian ketika terpapar penjelasan seperti itu, bahaya penggunaan henna seperti apa? Meski berasal dari tumbuhan, henna tidak sepenuhnya aman bagi kesehatan. Sebuah penemuan dari American Academy of Dermatology menyatakan henna dapat membahayakan kesehatan kulit. Henna alami memang tidak membahayakan, sedangkan henna yang berbahaya ialah henna yang berwarna hitam. Selain itu, henna ini lebih cepat kering dan warna lebih tahan lama daripada henna alami. Henna yang digunakan sebagai tato temporer ini mengandung zat berbahaya dan dapat menyebabkan alergi atau iritasi pada kulit. Zat kimia berbahaya yang terkandung dalam henna hitam ialah papaphenylenediamine (PPD). PPD dicampurkan dalam henna bertujuan untuk membuat hasil dengan warna yang lebih tajam dan tahan lama.
      Kulit seseorang berbeda-beda tingkat kesensitifannya. Maka dari itu, penggunaan dan pemilihan henna perlu di perhatikan. Usahakan mengetahui kandungan henna yang anda gunakan. Jangan tergiur dengan henna yang memiliki warna yang tajam dan tahan lama karena dimungkinkan terdapat kandungan zat kimia di dalamnya. Pada saat memulai penggunaan henna lebih baik sebelumnya mengaplikasikan dahulu ke tangan anda sedikit, tunggu beberapa menit reaksi yang terjadi. Jika tidak ada reaksi maka dimungkinkan henna yang digunakan aman tetapi jika menimbulkan efek seperti kulit terbakar lebih baik menghentikan penggunaan henna karena efek dari penggunaan henna yang mengandung zat kimia berbahaya dapat menimbulkan alergi, peradangan pada kulit, efek yang lebih parah lagi yaitu dapat menyebabkan kulit melepuh dan kulit dapat menjadi lebih peka terhadap sinar matahari. Biarkan tato henna hilang dengan sendirinya jangan menghapus tato dengan cara menggosoknya karena dapat menyebabkan kulit iritasi.
     Keindahan henna memang sangat menarik tetapi anda harus selalu berhati-hati karena bahan kimia kebanyakan bersifat merusak dan berbahaya bagi kesehatan. Jangan sampai goresan henna yang indah dapat mengorbankan kesehatan kulit anda.
(Dept. Jurnalistik Hima Kimia 2017)

DAFTAR PUSTAKA

Alodokter. 2016. Hati-Hati, Tato Henna Mengandung Campuran yang Berbahaya. Diakses tanggal 5 Februari 2017 dari http://www.alodokter.com/hati-hati-tato-henna mengandung-campuran-yang-berbahaya.

Tribunnews. 2015. Pakai Henna Bikin Tangan Seperti ini?. Diakses tanggal 5 Februari 201 dari http://makassar.tribunnews.com/2015/06/16/pakai-henna-bikin-tangan-seperti- ini-baca-penjelasannya.





0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah mengunjungi website resmi Himpunan Mahasiswa Kimia FMIPA UNY
"Hima Kimia 2018, Kembangkan Diri, Berdedikasi, Wujudkan Himaki Jaya"

AGENDA HIMAKI

AGENDA HIMAKI
DIES NATALIS JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA KE 62

GALERI HIMAKI

GALERI HIMAKI
Dokumentasi Agenda Himaki
HIMAKI UNY. Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Pengunjung 2018

admin

Arvian : 085741331362

Arsip Blog

Entri Populer