TENTANG

Himpunan Mahasiswa Kimia FMIPA UNY merupakan organisasi kemahasiswaan yang berkedudukan di bawah naungan Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNY serta dibentuk dengan tujuan untuk mengembangkan potensi dan kepribadian mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNY, supaya berkarakter mulia, menjunjung profesionalitas, berwawasan luas, serta berkontribusi untuk masyarakat umum.

INFORMASI

1001 kabar yang telah dirangkum dari sekitar kita

  • Artikel September: Return Trip Effect : Waktu Pulang Terasa Lebih Cepat

     Return Trip Effect : Waktu Pulang Terasa Lebih Cepat



                Setiap orang pasti pernah melakukan perjalanan atau bepergian, entah itu travelling, sunmori, mengantar ibu ke pasar, atau kegiatan lainya yang lekat dengan beepergian. Berkendara hingga sampai ke tempat yang dituju itu memang menyenangkan. Akan tetapi, pernah nggak sih kalian merasa waktu perjalanan pulang lebih cepat daripada waktu berangkat?

     Dapat diyakini, orang akan menjawab bahwa waktu berangkat lebih lama dari waktu pulang. Mengapa ini bisa terjadi? Padahal jarak dan rute yang ditempuh sama. Akan Tetapi, mengapa waktu berangkat seringkali terasa lebih lama daripada waktu pulang?

    Ternyata, beberapa peneliti sudah memberikan penjelasan ilmah terkait dengan “relativitas” waktu ini. Hal ini disebut dengan Return Trip Effect. Apa itu Return Trip Effect? Return Trip Effect  adalah efek perjalanan pulang yang dimana setiap orang punya perasaan bahwa waktu pergi lebih lama namun waktu pulang terasa lebih cepat.

    Return Trip Effect secara logika dimaknai lekat dengan sensasi manusia saat menemukan, melihat, dan memperhatikan hal baru. Jika seseorang bepergian, maka ia akan secara otomatis fokus dengan rambu-rambu, arah, patokan, jalan, persimpangan, dan lokasi menuju ke tempat tujuan. Akan tetapi saat mereka pulang, mereka tidak perlu lagi memperhatikan hal-hal di sepanjang jalan karena sudah terproses otomatis di otak. Ketika pergi, otak akan merekam segala hal yang baru di depannya pertama kali yakni ketika berangkat. Lalu, ketika perjalanan pulang, otak dan respon akan familiar karena telah tersimpan di dalam memori otak. Inilah yang disebut dengan faktor familiaritas dalam efek perjalanan.

    Salah satu penelitinya adalah Niels van de Ven. Psikolog asal Belanda ini pada 2011 mengeluarkan hasil penelitian tentang fenomena tersebut. Niels menyebutkan bahwa fenomena tersebut bisa terjadi dengan menyandarkan diri pada teori familiaritas lantaran seseorang masih asing terhadap rute yang ditempuh.

    Secara sederhana, misalkan kita melakukan suatu rutinitas. Dalam melakukan rutinitas, yang biasanya terjadi adalah kita tidak perlu mengeluarkan effort yang terlalu besar karena sudah hafal dengan apa saja yang harus dilakukan. Kalau melakukan hal baru, istilahnya di sana kita merasa “mbabat alas” dulu yang tentu membutuhkan waktu lebih lama daripada melakukan rutinitas.

    Ketika berangkat ke tempat baru, kita cenderung menduga-duga lama waktu tempuh yang bakal dihabiskan sampai ke tempat tujuan. Namun, saat waktu tempuh ke tempat tujuan lebih lama dari yang diharapkan, kita mungkin menyesuaikan harapan waktu tempuh perjalanan pulang hampir sama dengan perjalanan waktu berangkat tadi. Dan, tiba-tiba saja, kita merasakan, “Lho, kok udah sampai rumah aja ya, Perasaan tadi pas waktu berangkat, lama banget.”

    Niels Van De Ven mengatakan bahwa hal tersebut adalah a violation of expectation yang dapat diartikan pelanggaran harapan dalam perjalanan. Pelanggaran harapan itu dimaksud bahwa "seseorang merasa durasi perjalanan berangkat dan pulang itu sama namun nyatanya terasa lebih singkat".  Ini merupakan ekspektasi umum yang dirasakan orang-orang ketika melakukan perjalanan. Dimana faktor ekspektasi telah diuji dan disandingkan dengan faktor familiaritas. 

     

     

     

     

     

    Sumber :

    Return Trip Effect : Alasan Waktu Berangkat Lebih Lama dari Waktu Pulang – Terminal Mojok

    Return Trip Effect, Pergi Lama Pulang Cepat - Kompasiana.com

  • ORBITAL 2021


    Klik link di bawah ini untuk mengakses buku Orbital 2021 

    ORBITAL 2021


    Untuk teman-teman yang ingin punya soft copy Orbital, bisa menghubungi 081779493621 (Muhram)


  • PENDIDIKAN TANPA EKSPRESI

     PENDIDIKAN TANPA EKSPRESI


    (sumber : pixabay.com)

    Banyak dari kita pasti telah mengenyam pendidikan. Bahkan sedang dalam proses mengenyam pendidikan. Saat kecil pun sebenarnya kita telah melalui proses mengenyam pendidikan. Dahulu kita dilatih untuk merangkak, duduk, dan berjalan oleh orang tua. Hal sekecil itu pun sudah bisa disebut sebagai pendidikan. Lantas apa arti pendidikan yang sebenar-benarnya? Menurut Thompson pendidikan adalah pengaruh lingkungan terhadap individu untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang tetap dalam kebiasaan perilaku, pikiran, dan sifatnya. Sedangkan menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan adalah tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak.

    Pendidikan memiliki andil yang sangat besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya di Indonesia. Ada dua jenis pendidikan di Indonesia, yaitu pendidikan formal dan non formal. Pada pendidikan formal kita diwajibkan mengenyam pendidikan selama 12 tahun, yaitu dimulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga lulus di tingkat Sekolah Menengah Atas. Sedangkan untuk pendidikan non formal bisa kita dapatkan dalam keseharian kita, seperti menanam sayur atau buah.

    Dalam sejarahnya, pendidikan di Indonesia pertama kali diperkenalkan pada masa kolonialisme Belanda. Gubernur Jendral Herman William Deandels adalah tokoh yang pertama kali memperkenalkan sistem sekolah rakyat. Setelah itu hadir sang pembaharu pendidikan Indonesia, yaitu Ki Hajar Dewantara. Ki Hajar Dewantara adalah penggagas dari konsep pendidikan Taman Siswa. Melalui pendidikan Taman Siswa, lahirlah konsep momong, among, lan ngemongi yang kemudian dikembangkan menjadi tiga prinsip kepemimpinan di Taman Siswa, Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Pada dasarnya konsep-konsep pendidikan itu mengutamakan cinta dan kasih sayang, serta tanpa kekerasan dan pemaksaan yang artinya pendidikan haruslah memanusiakan manusia untuk menjadi manusia yang merdeka tanpa hambatan dan paksaan.

    Akan tetapi, praktik yang terjadi sekarang sangatlah jauh berbeda dari konsep Taman Siswa yang digagas oleh Ki Hajar Dewantara. Konsep Taman Siswa seolah-olah hanya dipandang sebelah mata tanpa adanya penerapan dalam sistem pendidikan Indonesia. Sistem pendidikan yang kita rasakan pada hari ini bukanlah hasil dari sebuah cita-cita mulia Taman Siswa, melainkan sistem pendidikan yang cenderung bersifat kolonialis. Siswa dituntut untuk menguasai seluruh mata pelajaran yang diajarkan gurunya di sekolah. Bahkan guru juga dituntut untuk bisa membuat siswanya menguasai mata pelajaran yang diampunya. Sungguh memprihatinkan sekali sistem pendidikan Indonesia saat ini. Praktik pendidikan seperti ini telah terjadi di banyak atau di seluruh sekolah-sekolah di bumi pertiwi. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat belajar sekaligus mengolah minat dan bakat siswa kini berubah menjadi sekolah yang membelenggu minat dan bakat siswa. Padahal setiap siswa pasti memiliki minat dan bakatnya tersendiri, entah itu dalam bidang akademik, seni, olahraga, atau yang lainnya. Terlebih saat ini timbul paradigma di masyarakat mengenai tingkat atau tolak ukur dari kepintaran orang yang dirasa dapat dinilai hanya dari satu sudut pandang saja, tanpa peduli sudut pandang yang lain. Namun, pada hakikatnya semua orang itu mempunyai minat dan bakat di bidangnya masing-masing, tanpa perlu menguasai semua mata pelajaran di sekolah.

    Oleh karena itu semua elemen harus turut serta bergerak dalam rangka memperbaiki sistem pendidikan yang sedikit melenceng ini. Mulai dari pemerintah yang harus selektif dalam membuat kebijakan, guru yang cukup memberi materi dan mengajarkannya kepada siswa tanpa perlu memaksanya, serta masyarakat yang harus selalu berpikiran terbuka tentang sejatinya pendidikan itu sendiri.

     

    Referensi :

    https://www.kompasiana.com/rahmadwi08/sejarah-pendidikan-di-indonesia/

     


  • PENDATAAN PRESTASI MAHASISWA JURDIK KIMIA PERIODE JUNI-JULI


    Berikut kami sampaikan data prestasi mahasiswa Jurdik Kimia peride Juni-Juli 2021

     

  • Kenal Lebih Dekat Dengan Vaksin

     

    Kenal Lebih Dekat Dengan Vaksin

     

    Vaksinasi (memberikan vaksin ke dalam tubuh) ibarat kursus atau pelatihan bagi daya tahan tubuh. Melansir Live Science, vaksin bekerja dengan mempersiapkan tubuh untuk melawan suatu penyakit. Ketika virus atau bakteri memasuki tubuh, sel-sel daya tahan tubuh yang bernama limfosit secara alami merespons dengan memproduksi antibodi. Antibodi yang berupa molekul protein ini berupaya melawan penyerang (antigen) dan melindungi tubuh agar tidak ada infeksi lanjutan. Dalam kondisi sehat, seseorang bisa menghasilkan jutaan antibodi setiap hari. Kemampuan ini membuat orang sehat bisa melawan infeksi saat terpapar antigen.

               

     

     

    Sayangnya, saat menghadapi serangan virus atau bakteri baru, tubuh butuh beberapa hari untuk meningkatkan respons antibodi. Beberapa jenis virus atau bakteri seperti campak, batuk rejan, atau corona biang Covid-19, jeda beberapa hari ini terlalu lama. Bagi orang yang tidak sehat, infeksi bisa menyebar ke berbagai organ vital dan berdampak fatal sebelum sistem daya tahan tubuhnya mampu melawan. Di situlah vaksin berperan. Kendati demikian, tidak semua orang bisa divaksinasi. Bisa karena usianya terlalu dini atau karena sistem daya tahan tubuhnya terlalu lemah.

                Dalam keadaan pandemi yang tak kunjung usai akibat  dari penyebaran virus COVID-19,Para ahli kesehatan diseluruh dunia mulai mengembangkan vaksin COVID-19 demi menyudahi era pandemi. Vaksin COVID-19 tak berbeda jauh pada vaksin pada umumnya Vaksin COVID-19 akan merangsang sistem imunitas untuk membuat zat kekebalan tubuh (antibodi) yang bertahan cukup lama.  Zat ini nantinya akan melawan antigen dari patogen (virus corona) COVID-19 masuk ke dalam tubuh. Bila antigen penyakit COVID-19 menyerang kembali, maka akan muncul reaksi imunitas yang kuat dari tubuh. Tujuannya untuk menghancurkan antigen tersebut. 

                Di Indonesia sendiri sudah ada 6 jenis vaksin virus corona yang dapat digunakan antara lain   :

    ·       Vaksin Merah Putih (PT. Bio Farma)

    ·       Vaksin Astrazeneca

    ·       Vaksin Sinopharm 

    ·       Vaksin Moderna

    ·       Vaksin Pfizer Inc dan BioNTech

    ·       Vaksin Sinovac

    Keenam vaksin tersebut tentunya aman digunakan dan telah mendapat izin edar dari pemerintah, menurut Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 9.860/2020, vaksin corona harus mendapatkan izin edar atau persetujuan penggunaan pada masa darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

    Gimana nih? Sudah tahu kan vaksin apa saja yang dapat digunakan untuk menanggulangi penyebaran COVID-19? Jadi bagi seluruh masyarakat yang belum mendapat vaksin bisa langsung mendaftar vaksinasi di daerah masing-masing. Tidak perlu khawatir karena vaksin tersebut telah dijamin kemanannya dan sudah melalui prosedur yang sesuai untuk bisa diedarkan. Ikut berpartisipasi untuk mengurangi dampak penyebaran virus corona salah satunya dengan vaksin. Yuk vaksin! Dan tetap patuhi protokol kesehatan, stay safe.

     

     

    Sumber            :

    http://indonesiabaik.id/infografis/gimana-cara-kerja-vaksin-pada-tubuh

    https://health.kompas.com/read/2020/04/19/163000868/bagaimana-vaksin-bisa-menangkal-penyakit?page=all

    https://www.halodoc.com/artikel/6-vaksin-corona-yang-digunakan-di-indonesia

     

     

     

     

  • OPEN KARYA - PUJA-PUJI MANUSIA NEGERI

     Puja-Puji Manusia N(e)geri
    Karya : Fransiskus Julio Alfonso Simbolon



    [1]

    Berita bagaskara muncul di tengah samudera

    Cahaya efemeral menaklukan luka dibalik arunika

    Batari pertiwi tertatih menahan pedih, karena

    Sang idola sedang ber-romansa bersama senja

    [2]

    Ia seorang insan yang berparas rupawan  

    Cendekia yang handal menghafal semesta

    Ia cerdik, tidak munafik, dan layak dilirik

    Visinya yang pelik, misinya yang menghardik

    [3]

    Hatinya nirmala mencari nestapa terkadang dengan riba

    Mencabik-cabik di tengah lautan, menari-nari di atas batu karang

    Mulutnya dipenuhi rajaswala karena ikan disana, hadir tiba-tiba

    Tubuhnya basah bersama rudira namun hatinya kering semakin tak beretika

    [4]

    Tanah kita memang tanah surga

    Penghuninya saja yang dewana seperti penguasa

    Ikan dan udang menghampiri manusia negeri

    Manusia “ngeri” menjadikan itu ladang untuk korupsi



    [5]

    Kekasih hati diberi berlian bersama panji

    Laut dan negeri, di puja puji lalu dihabisi

    Riak ombak berlagak tegak di depan pasir

    Membancang derasnya pilu yang ada diujung hilir

    [6]

    Entah kapan, ina bisa bermesra bersama manusia

    Perihal yang lemah saja malas membuka sawala

    Apalagi yang tidak berintuisi, sangat tak bereksistensi

    Karena tiada hari mengingat kata peduli

    Selagi raharja untuk apa menambah luka?

    [7]

    Anomali hari datang melenggang sambil menari

    Tidak apa dijera, ia ingin berpesta dengan sengsara

    Perigi janji sudah tidak bisa dinasehati

    Alam ini, sudah diingkari

    [8]

    Untaian puisi ini dibuai untuk penjuru negeri

    Ingin-kah riba terhadap semesta karena mereka tak bisa berbicara?

    Derap langkah itu tolong coba dilengkapi

    Kunci kebahagiaan itu coba perlahan dicari

    Kuncinya tidak ada pada alam ini, ia dewana pada apa yang disebut kerendahan hati.



  • HIMAKI 2021

    Bersatu dalam asa, berpacu dalam rasa, bahu-membahu wujudkan HIMAKI BERSATU !!

    KONTAK KAMI

    Untuk keperluan tertentu dapat menghubungi Fauzan : +6287802358734

    HIMAKI UNY

    • Street :Jl. Colombo No.1, Karang Malang, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
    • Phone :+6282226855930
    • Country :INDONESIA
    • Email :himakiuny@gmail.com

    Bila ada kritik dan saran terhadap segala sesuatu yang dilakukan bisa meninggalkan pesan

    PENCAPAIAN

    Demi memajukan Jurdik Kimia FMIPA UNY

    49

    PROGRAM KERJA

    800

    ANGGOTA

    54

    PENGURUS

    26097

    PENGUNJUNG WEBSITE