ABOUT US

Himpunan Mahasiswa Kimia FMIPA UNY merupakan organisasi kemahasiswaan yang berkedudukan di bawah naungan Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNY serta dibentuk dengan tujuan untuk mengembangkan potensi dan kepribadian mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNY, supaya berkarakter mulia, menjunjung profesionalitas, berwawasan luas, serta berkontribusi untuk masyarakat umum.

AGENDA HIMAKI

Berbagai acara yang diselenggarakan oleh HIMAKI dalam waktu dekat

  • OPREC DIES NATALIS

    Open Recruitmen Panitia Dies Natalis Ke-64

  • OPREC SLK

    Open Recruitmen Panitia SLK 2020

  • LLD

    Lomba Logo Dies Natalis Ke-64

ARTIKEL

1001 Kabar yang telah dirangkum dari sekitar kita.

  • CERITA ANAK KIMIA


    Cerita Anak Kimia
    Oleh.Nn


    Copyright: Dikaya

    Aku adalah dia yang dibesarkan dengan dongeng indah di kota Jogja
    Walaupun dari dua latar belakang yang jauh dari kata sama
    Aku adalah dia yang pada masa kemarin sibuk mengangankan akan menjadi apa
    Walaupun sebelumnya aku ingin jadi pengacara dan kau ingin jadi nahkoda
    Aku adalah dia yang berhasil mencari mimpinya dan ingin melajutkan sekolah diluar kota
    Walaupun akhirnya aku dan kau berhasil diterima tapi tak dapat restu dari mama
    Aku adalah dia yang akhirnya bertemu juga di jurusan kimia
    Walaupun tidak selalu berada di ruang kelas yang sama
    Aku adalah dia  yang menikmati masa perkuliahan ber haha hihi bersama kawan baru ataupun lama
    Walaupun kadang kau dan aku menemui jenis teman mulai dari yang bemuka dua hingga sejuta
    Aku adalah dia yang kerap mengerjakan laprak bersama, mencari daster di emperan perpus lama
    Walaupun terkadang kau dan aku menjadi malas dan tinggal menyalin punya kating yang ada
    Aku adalah dia yang pernah sesekali membolos dengan alibi dosennya sedang tidak ada
    Walau akhirnya kau dan aku menyesal karena tertinggal kuis dan harus mengulang di minggu depannya
    Aku adalah dia yang pernah juga memecahkan alat di laboratorium tapi malah merasa bangga
    Walaupun akhirnya kau dan aku harus menghemat uang saku untuk bulan-bulan selanjutnya
    Aku adalah dia yang pernah juga tak mencatat di buku malah mengoleksi foto tulisan dosen tercinta
    Walaupun akhirnya itu sama saja tak sedikitpun terbaca
    Aku adalah dia yang terkadang terlalu asyik mengikuti organisasi, kepanitiaan, dan sibuknya usda
    Walapun akhirnya aku dan kau terkaget karena si UAS cepat sekali tiba
    Aku adalah dia yang tak sadar sudah berada di kampus biru ini cukup lama
    Walapun akhirnya tetap saja merasa “aku belum dapat apa-apa”
    Aku adalah dia yang sedang berjuang mencari menulis bab satu, dua, tiga hingga yang selanjutnya
    Walaupun dibalik itu ada banyak sekali drama di toko bahan kimia hingga TU sekolah  yang tak jua memberikan izin penelitianya
    Aku adalah dia yang yang sedang berkejaran “kira-kira yang lulus duluan siapa”
    Walaupun aku dan kau sering tak sadar kita punya tingkat kesulitan yang berbeda
    Namun teryata, aku tak akan pernah selalu bisa sama dengan dia
    Sekuat apapun di samakan tak akan pernah ada yang sejatinya sama di dunia
    Setiap kita punya masing-masing jalannya, setelah ini juga
    Apakah kau akan tetap ingin menjadi nahkoda, ahli peracik bom atau mungkin menjadi guru kimia?


  • TREN MASA KINI : ROMANTISASI KEKERASAN


    Tren Masa Kini: Romantisasi Kekerasan

    Pandemic Covid-19 membuat pemerintah mengadakan kebijakan Karantina Mandiri (Self Quarantine) di rumah masing-masing. Karantina mandiri sudah berlangsung selama hampir dua bulan. Waktu dua bulan di rumah dihabiskan dengan banyak aktivitas yang dulunya tidak sempat dilakukan saat masih melakukan aktivitas normal di luar rumah. Contohnya, mengasah kemampuan memasak dengan mencoba membuat berbagai jenis masakan atau mengasah kemampuan bersolek dengan mencoba mengaplikasikan beragam teknik rias ke wajah atau membuat look (tampilan)make-up yang sedang trend. Salah satunya adalah Mugshot Challenge.
    Apa itu Mugshoot ChallengeMugshoot Challenge adalah tantangan merias wajah dengan tampilan seperti orang terkena kekerasan dengan bekas luka yang tersisa di wajah. 

    Trigger Warning!!

    Untuk membuat tampilan make-up tampak seperti nyata butuh kemampuan yang mumpuni. Kemampuan yang didapat dari latihan dengan waktu yang tidak sebentar. Akan tetapi, selain dari sisi positif nya, melatih kemampuan bersolek, apakah challenge ini juga mempunyai sisi negatif? 
    Semua Challenge pasti mempunyai sisi pro dan kontra. Sisi negative dari Mugshot Challenge ini adalah dapat membangkitkan kembali trauma yang dialami oleh korban kekerasan. Banyaknya orang yang mengikuti Mugshot Challenge, menunjukkan bahwa kesadaran akan isu kekerasan domestik dan hal-hal yang bisa memicu trauma penyintas masih rendah
    Psikolog Mikroekspresi, Poppy Amalia, menunjukkan tanggapannya terhadap tren ini di kanal media sosial pribadi miliknya. Menurutnya, orang-orang yang mengikuti challenge ini tidak mempunyai empati terhadap korban kekerasan dan secara tidak langsung memperlihatkan kepribadian sadisme yang mana itu adalah masalah psikologis. 
    Selain itu, di luar negeri, challenge ini juga dianggap menggampangkan masalah penangkapan oleh polisi. Kemudian, hal ini bisa merembet ke masalah ras, dimana banyak people of color (orang dengan warna kulit selain putih) yang rentan dengan tittle pelaku kejahatan atau kriminal, hanya karena warna kulit mereka. 
    Lantas, apa bedanya dengan Make Up Halloween? Make Up film action, thriller? Atau Make Up SFX? Kenapa kreativitas Make Up di pesta kostum dan film tidak dipermasalahkan? Jawabannya adalah karena acara pesta kostum dan film mempunyai disclaimer atau trigger warning dan ada tujuan tersendiri untuk kebutuhan tertentu. Sedangkan pada Mugshot Challenge tidak terdapat disclaimer dan tujuan yang jelas. Hal tersebut hanya sekadar challenge. Bahkan, diantara banyaknya pembuat postingan bertagar #MugshotChallege ada yang tidak mengerti apa arti sebenarnya dari istilah Mugshot dan hanya ikut-ikut membuat foto babak belur demi tren semata. 
    Mugshot adalah istilah informal untuk menggambarkan foto yang diambil oleh polisi, demi merekam data kriminal yang baru ditangkap. Tampilan orang-orang yang melakukan Mugshot umumnya kucel karena capek, tertekan,depressed karena telah diinterogasi oleh polisi selama berjam-jam. Bukan malah ditonjolkan pada bagian babak belurnya karena tidak semua narapidana yang ditangkap lalu melakukan Mugshot berada dalam keadaan babak belur. 
    Kesalahan pada challenge ini adalah menonjolkan kekerasan dalam riasannya, sehingga lebih terlihat seperti romantisasi kekerasan. Beberapa bahkan menyertakan caption seperti “habis bunuh mantan”, “mental disorder”, atau “habis ditonjok pacar”. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman akan kesehatan mental dan empati orang Indonesia masih sangat memprihatinkan. Bayangkan apabila para penyintas kekerasan dan kesehatan mental melihat postingan seperti ini yang dibuat hanya demi tren sedangkan apa yang mereka alami tidak pantas untuk dijadikan tren. 
    Entah motivasi apa yang membuat challenge ini dibuat, tetapi kita sebagai manusia harus bisa aware dan sensitif terhadap perilaku kekerasan di sekitas kita. Bagi yang sudah melakukan challenge ini dan enggan untuk menghapusnya, akan lebih baik apabila diberi trigger warning tentang kekerasan dan ubah tujuan challenge ini yang semula hanya sekadar tren menjadi postingan untuk mengingatkan kita tentang bahaya kekerasan dan empati terhadap para penyintas.
  • BULETIN AL-CHEMIST EDISI APRIL (SRIKANDI)

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.


    Pada Buletin Al-Chemist edisi April kali ini kami mengangkat judul "SRIKANDI". Apa aja sih konten dari Buletin Al-Chemist edisi April kali ini ? Langsung aja sob KLIK DISINI yaaa :)
  • OBAT UNTUK COVID-19, SIMAK FAKTANYA


    Obat untuk COVID-19 !!! Simak Faktanya


    COVID-19 akibat virus SARS-CoV-2 merupakan suatu pandemik. Pandemik adalah kejadian epidemi yang terjadi secara global dan terjadi pada banyak negara. Sampai saat ini, belum ada terapi yang pasti dan direkomendasikan untuk COVID-19, karena memang penyakitnya masih baru. COVID-19 disebabkan karena infeksi virus, maka terapi kuratif untuk COVID-19 adalah menggunakan antivirus. Namun demikian, semua antivirus yang digunakan dalam terapi COVID-19 di hampir semua negara masih berupa trial and error. Beberapa di antaranya mengacu pada terapi antivirus yang digunakan pada saat terjadi epidemi SARS dan MERS beberapa tahun yang lalu, misalnya menggunakan lopinavir, ritonavir, ribavirin, oseltamivir, dll. Obat-obat ini pernah digunakan dan cukup efektif mengatasi SARS dan MERS pada saat epidemi yang lalu. Demikian pula di Indonesia, belum ada panduan yang pasti di dalam mengatasi COVID-19 dan hanya mengandalkan sediaan yang ada, misalnya oseltamivir yang saat ini banyak digunakan dalam mengatasi COVID-19. Dengan telah mulai meredanya wabah COVID-19 di China, maka Indonesia mencoba mengacu pada China mengenai obat-obat yang digunakan, diantaranya adalah Chloroquine dan Avigan.

    Apa itu Chloroquine dan AviganUntuk Apa Chloroquine dan Avigan?


    Chloroquine adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati malaria atau mengobati penyakit menular yang disebabkan oleh nyamuk yang terinfeksi parasit. Selain sebagai antimalaria, klorokuin juga banyak digunakan dalam terapi penyakit autoimun, seperti Lupus, Rheumatoid artritis, dll. Sebagai obat pada penyakit autoimun, klorokuin yang bersifat basa bekerja dengan cara  menembus ke dalam sel dan terkonsentrasi di dalam rongga sitoplasma yang bersifat asam. Hal ini menyebabkan kenaikan pH di dalam vesikel pada sel makrofag atau sel penyaji antigen (antigen presenting cells) lainnya yang mempengaruhi respon imun terhadap antigen, sehingga berperan sebagai imunosupresan (Fox, 1996). Klorokuin juga diketahui dapat menekan sintesis TNF-alfa dan IL-6 pada sel monosit (Jang et al, 2006), sehingga banyak digunakan sebagai obat untuk rematoid artritis.
    Ternyata klorokuin (dan hidroksiklorokuin) juga dapat digunakan juga untuk terapi antiviral. Vincent dkk (2005) melaporkan bahwa klorokuin memiliki efek antiviral yang kuat terhadap virus SARS-CoV pada sel primata. Efek penghambatan ini teramati ketika sel diperlakukan dengan klorokuin baik sebelum maupun sesudah paparan virus, yang menunjukkan bahwa klorokuin memiliki efek pencegahan maupun efek terapi. Selain yang sudah diketahui bahwa klorokuin meningkatkan pH endosomal yang menghambat replikasi virus (Al Bari, 2017), obat ini nampaknya berinteraksi dengan reseptor angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2) selular. Hal ini menyebabkan penghambatan terhadap ikatan virus dengan reseptor, sehingga dapat mencegah infeksi maupun penyebaran virus SARS-CoV pada konsentrasi yang dapat menyebabkan gejala klinis. Pada pandemik SARS-CoV2 di China, klorokuin telah digunakan dengan dosis 500 mg untuk dewasa, 2 kali sehari, lama terapi  ≤10 hari (Du dan Qu, 2020). Klorokuin (dan hidroksiklorokuin) saat ini juga sedang dicoba di Malaysia dengan dosis yang sama dengan yang digunakan di China.

    "Sekali lagi chloroquine adalah obat yang digunakan untuk penyembuhan bukan untuk pencegahan. Masyarakat tidak perlu berbondong-bondong untuk membeli dan menyimpannya di rumah. Ingat klorokuin adalah obat keras yang hanya bisa dibeli dengan resep dokter," ujar Yurianto juru bicara pemerintah dalam penangan COVID-19.

                Sedangkan Avigan adalah nama paten dari favipiravir, yang juga dikenal sebagai T-705, suatu obat antivirus yang dikembangkan oleh Toyama Chemical (kelompok Fujifilm) Jepang dengan aktivitas melawan banyak virus RNA. Obat ini merupakan turunan pyrazinecarboxamide. Dalam percobaan yang dilakukan pada hewan, Favipiravir menunjukkan aktivitas melawan virus influenza, virus West Nile, virus demam kuning, virus penyakit kaki-dan-mulut, serta virus flavivirus, arenavirus, bunyavirus, dan alphavirus lainnya (Furuta, et al, 2017). Aktivitas melawan enterovirus  dan virus demam Rift Valley juga telah dibuktikan. Di Jepang, obat ini awalnya dikembangkan sebagai obat flu. Pada Februari 2020, Favipiravir digunakan di Cina untuk percobaan pengobatan penyakit COVID-19 (novel coronavirus) yang muncul.


    Efek Samping Chloroquine dan Avigan

    Beberapa pasien yang mengonsumsi chloroquine (klorokuin) dalam jangka waktu lama atau dosis tinggi melaporkan adanya kerusakan permanen pada retina mata. Selain itu juga menyebabkan :
                  1.  gatal-gatal
                  2.  kesulitan bernapas
                  3.  pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan
                  4.  gangguan penglihatan, kesulitan membaca atau melihat suatu obyek, penglihatan berkabut
                  5.  hilang pendengaran atau telinga berdengung
                  6.  kejang
                  7.  lemah otot akut, hilang koordinasi tangan dan kaki, refleks melambat.
                  8.  mual, nyeri pada perut bagian atas, gatal-gatal, hilang nafsu makan, urin berwarna gelap.
                  9.  feses berwarna pucat, jaundice (kulit dan mata menguning)
                 10. diare, muntah-muntah, kram perut.
                 11. kerontokan rambut sementara, perubahan warna rambut.
                 12. otot terasa lemas

    Sedangkan Obat flu Avigan asal Jepang ini harus digunakan dengan sangat hati-hati di bawah pengawasan ketat tim medis. Karena efek sampingnya cukup serius dan fatal. Selain iyu, obat flu Avigan tidak boleh dikonsumsi oleh wanita hamil. Obat ini akan memberi pengaruh pada janin sehingga bentuk janin mengalami kelainan. Kementerian Makanan dan Obat-obatan Korea Selatan juga memutuskan untuk tidak mengimpor obat ini setelah pakar infeksi penyakit mengatakan kurangnya data klinis untuk buktikan efektivitas obat. Hal ini dilaporkan dari Yonhap News Agency pada pekan ini.


    Sumber :
    https://tirto.id/klorokuin-dan-avigan-sebagai-obat-corona-belum-ada-bukti-klinis-eGUx





  • TRANSPARANSI DANA HIMA KIMIA FMIPA UNY 2020

    Berikut kami lampirkan transparansi dana hima kimia 2020, silahkan KLIK DISINI
  • SUSUNAN HIMAKI

    Berikut adalah susunan kepengurusan Himpunan Mahasiswa Kimia

    CONTACT US

    Untuk keperluan tertentu bisa menghubungi Lathifah : +6285749423950

    HIMAKI UNY OFFICIAL

    • Street :Jl. Colombo No.1, Karang Malang, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
    • Person :Himaki
    • Phone :
    • Country :Indonesia
    • Email :himakiuny@gmail.com

    Bila ada kritik dan saran terhadap segala sesuatu yang dilakukan bisa meninggalkan pesan

    ACHIEVEMENTS

    Demi Memajukan Jurdik Kimia FMIPA UNY

    48

    Program Kerja

    700+

    Anggota

    53

    Staff Himaki

    16524

    Pengunjung Website