Kamis, 11 Oktober 2018



The last dari agenda POSKIM adalah Badminton Chemistry Open (BCO). Sama seperti CFC, event ini merupakan event tahunan dan cukup populer di kalangan mahasiswa. Lingkup dari BCO lebih luas yaitu lingkup DIY-Jateng daripada CFC. BCO tahun ini berlangsung pada 22-23 September 2018 dan bertempat di GOR Pandiga. Terdapat dua kategori lomba yaitu Tunggal Putra dan Tunggal Putri.

Tak kalah meriahnya dengan CFC, pertandingan ini juga berlangsung meriah, aman, dan professional. Tak jarang kompetisi sengit terjadi antar peserta demi memperoleh skor. Setelah melewati proses dan para peserta mulai berguguran munculah sang jawara badminton di event ini.  Selamat atas keberhasilannya kepada:

Tunggal Putra

Juara I             : Raden Wisnu (UNY)

Juara II           : Indra Juniar (UMY)

Juara III          : Gilang Riski (Instiper)

Tunggal Putri

Juara I             : Putri Sri (UDINUS)

Juara II            : Regina Fonita (UDINUS)

Juara III          : Wulan Mulia (UNY)

Semoga prestasi dari para jawara ini dapat memantik semangat dan menjadi inspirasi bagi orang lain untuk terus berprestasi dan mengasah diri.  Jangan lupa terus berlatih dan berjumpa kembali tahun depan. See you again J . (diy)








Pekan Olahraga dan Seni Kimia (POSKIM) terdiri atas Jalan Sehat, Lomba Melukis, Chemistry Futsal Competition (CFC), dan Badminton Chemistry Open (BCO). Untuk Jalan Sehat dan Lomba Melukis diperuntukkan untuk intern warga Jurdik Kimia. Sedangkan untuk CFC dan BCO dibuka untuk umum. Event ini telah digelar tahunan dan cukup populer di kalangan mahasiswa.

Untuk tahun ini Chemistry Futsal Competition (CFC)  digelar pada 15-16 September berlokasi di Planet Futsal. Tim yang bertanding berasal dari berbagai universitas yang ada di Yogyakarta. Permainan berlangsung sportif, aman, dan lancar berkat sinergi peserta dan panitia. Selain itu pertandingan dikawal oleh wasit yang berkompeten di bidangnya agar keputusan menjadi lebih fair.

CFC 2018 berlangsung selama dua hari. Satu demi satu tim gugur hingga keluarlah tim yang menjadi pemenang. Tidak mudah memang karena semua tim menunjukkan performa yang bagus yang profesional. Diantara yang baik muncullah pemenang CFC POSKIM 2018 ini adalah jeng…jeng…jenggg Selamat kepada :

Juara I             : Management UTY

Juara II            : Management UST

Juara III          : LPP Random Poltek

Yang baik teruslah berlatih dan mengasah kemampuan tanpa henti, yang belum maksimal jangan menyerah untuk mencoba dan sampai bertemu kembali di Chemistry Futsal Competition tahun depan. (diy)





Good Day For the Better

“Hari kemarin adalah sejarah, hari ini adalah anugerah. Jangan sia-sia kan hari ini untuk esok yang lebih baik.”



Suasana pagi yang cukup cerah untuk memulai hari ini. Suasana hangat, ceria menyelimuti pagi pada hari Jum’at (14/09/2018) di halaman Dekanat Selatan (Deksel) FMIPA UNY dalam acara Pembukaan Dies Natalis Jurusan Pendidikan Kimia ke-62, dimana dosen, karyawan, serta mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia membaur menjadi satu ditengah-tengah kebahagiaan dan canda tawa. Bertambahnya umur Jurusan Pendidikan Kimia ini semoga dapat membawa jurusan ini jauh lebih baik dan terus baik lagi. Tak ketinggalan juga Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, Bapak Sutrisna Wibawa turut hadir memeriahkan sekaligus membuka acara pada pagi hari itu. Serta Bapak Dekan FMIPA UNY beserta jajarannya juga ikut andil memeriahkannya.

Rangkaian Dies Natalis Jurdik Kimia ke-62 terdiri atas Pekan Olahraga dan Seni Kimia (POSKIM), Chemistry Art Festival (CAF), Aksi Sosial (Aksos), dan Tasyakuran. Untuk mengawali rangkaian acara tersebut diadakanlah Jalan Sehat dan Lomba melukis  yang sekaligus merupakan pembuka acara dari POSKIM 2018. Acara dimulai sekitar pukul 07.30 dengan adanya opening ceremony yang ditandai dengan penyalaan obor yang dibawa oleh para ketua serangkaian acara Dies Natalis Jurdik Kimia ke-62 dan diserahkan kepada Bapak Rektor dan Bapak Ketua Jurusan Pendidikan Kimia. Setelah itu, dilaksanakan jalan sehat mengelilingi kampus UNY, tak lupa juga mengabadikan momen untuk berfoto bersama di halaman rektorat sebelum melanjutkan perjalanan. Setiap kelas yang terdiri atas angkatan 2015-2018 diwajibkan menampilkan maskot yang menampilkan sosok pahlawan/super hero. Namun ada pula kelas yang memiliki maskot dari tokoh kartun maupun film. Sehingga peserta Jalan Sehat ini menjadi beragam dengan kostum yang berbeda-beda. Kelas dengan Maskot Terbaik dimenangkan oleh Kelas Kimia F 2018. Selain itu, juga diadakan lomba melukis antar kelas yang juga merupakan serangkaian acara POSKIM. Lomba melukis tersebut dimenangkan oleh :

Juara 1             : Pendidikan Kimia A 2018

Juara 2             : Pendidikan Kimia A 2017

Juara 3             : Kimia E 2016

Penutupan acara berlangsung lancar dengan berbagai hiburan musik akustik (himakistik J), bernyanyi bareng, pembagian doorprize, serta adanya makanan ringan yang menggugah selera.  
(diy)

Minggu, 30 September 2018





Assalamu¡'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar seluruh warga Jurusan Pendidikan Kimia :)

Kami selaku pengurus Hima Kimia mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga kimia yang telah melakukan pembayaran iuran anggota Hima Kimia. Sehubungan dengan hal tersebut, selaku bendahara Hima Kimia, kami bermaksud melakukan transparansi keuangan Hima Kimia bulan Januari - September 2018.

Laporan keuangan dapat diakses melalui link dibawah ini:


Terimakasih atas kepercayaan rekan-rekan semua terhadap pengelolaan keuangan Hima Kimia 2018.
Bagi rekan-rekan yang belum membayar iuran anggota hingga semester ganjil ini, pelayanan masih dibuka di sekertariat Hima Kimia, Gelanggang Ormawa FMIPA UNY.

Informasi, kritik, saran silahkan menghubungi 085712813306 (Nurlaila)


Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Kamis, 27 September 2018


Stop!!! Penggunaan Wadah Plastik yang Menua atau Rusak




BPA (Bisphenol A) adalah bahan kimia yang telah digunakan dalam kemasan makanan dan minuman sejak 1960-an, menurut Administrasi Makanan dan Obat AS. Khususnya, digunakan untuk membuat plastik yang keras dan bening yang disebut polikarbonat yang ditemukan di lapisan pelindung pada beberapa kaleng makanan dan minuman logam. Label “BPA-Free” pada botol atau kemasan plastik berfungsi untuk menjamin bahwa produk tersebut aman untuk digunakan sebagai wadah makanan atau minuman.

Faktanya, dalam sebuah penelitian menambah bukti baru bahwa BPA-Free tidak seaman yang dipikirkan konsumen. Dalam penenlitian tersebut, para peneliti menemukan suatu hasil yang menyatakan bahwa pada tikus penggantian BPA menyebabkan penurunan jumlah sperma dan telur yang kurang layak. Dalam studi baru, Hunt dan timnya benar-benar mencoba untuk menentukan apa efek BPA pada reproduksi tikus, ketika mereka melihat sesuatu yang aneh, menurut sebuah artikel di National Geographic. Tikus-tikus itu, semuanya dalam kandang plastik bebas BPA, dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok menerima BPA melalui pipet, sementara kelompok lainnya tidak. Kelompok yang tidak menerima BPA seharusnya menjadi kontrol - tetapi kemudian tikus kontrol mulai menunjukkan perubahan genetik yang mirip dengan tikus yang menerima BPA. Mereka menemukan bahwa kelompok kontrol sedang terkena alternatif BPA, bisphenol S atau BPS dari kandang yang rusak. Zat kimia ini mengubah kromosom mereka dan menyebabkan masalah dengan produksi telur dan sperma. Efek ini kemudian diteruskan ke generasi berikutnya sampai tiga generasi.

Meskipun penelitian itu dilakukan pada tikus tetapi kemungkinan besar juga berlaku bagi manusia. Dalam produk plastik yang beredar di masyarakat bahwa bahan kimia itu begitu meluas sehingga pada 2003-2004 Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional (NHANES III) dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menemukan tingkat BPA yang terdeteksi pada 93% dari lebih dari 2.500 sampel urin yang diambil di AS. Meskipun ada bukti yang berkembang bahwa BPA dapat menyebabkan kerusakan pada manusia, para ahli tidak yakin bagaimana tepatnya BPA mempengaruhi tubuh. Konsensus FDA saat ini menyatakan bahwa "BPA aman pada level saat ini yang terjadi pada makanan," menurut situs webnya.

Akan tetapi kecerdikan kita untuk memilih barang-barang dari plastik harus benar-benar tau mana yang sesuai dengan kriteria yang baik dan mana yang tidak. Meskipun FDA saat ini hanya melarang bahan kimia dalam botol bayi, cangkir sippy dan kemasan formula bayi, kekhawatiran dan tekanan publik yang semakin meningkat, selama bertahun-tahun, menyebabkan masuknya produk "BPA-free" di pasaran. Untuk mengurangi kecemasan kita terhadap efek dari BPA alangkah baiknya jika wadah plastik yang sudah tua atau rusak untuk segera diganti dan tidak terus menerus dipakai. Bahan kimia masuk ke makanan dan minuman dari wadah, terutama jika plastik sudah tua atau rusak (yang dapat terjadi, misalnya, dengan memanaskannya dengan microwave). Menurut peneliti Hunt, “BPA atau BPA-alternatif pada produk plastik yang menunjukkan tanda-tanda fisik kerusakan atau penuaan tidak dapat dianggap aman.”

AGENDA HIMAKI

AGENDA HIMAKI
DIES NATALIS JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA KE 62

GALERI HIMAKI

GALERI HIMAKI
Dokumentasi Agenda Himaki
HIMAKI UNY. Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Pengunjung 2018

admin

Arvian : 085741331362

Entri Populer