Kamis, 23 Mei 2019

🎀Selamat malam🎀, selamat kepada pemenang lomba logo dies natalis 63 jurdik kimia. 🎉🎉Bagi yang belum berkesempatan memenangkan di tunggu partisipasi selanjutnya di Lomba Logo Dies tahun depan. Dan terimakasih kepada seluruh peserta Lomba Logo Dies yang telah mengirimkan karya kalian 🤗🤗🤗 jangan lupa datang di Tasyakuran ya. Karena hadia akan di berikan saat tasyakuran. See you !!!

Berikut pemenang lomba logo dies natalis 63 jurdik kimia

Juara 1 atas nama Hardiyan Rifqi Muhamad dari kimia F 16



Filosofi Logo :
- Angka 63 melambangkan usia jurdik kimia yaitu 63 tahun.
- Pada logo 1, angka 6 dan 3 berpadu membentuk sebuah lingkaran melambangkan setiap komponen yang ada dibawah naungan jurdik kimia selalu bersatu padu demi merangkai momen kejayaan jurdik kimia.
- Sedangkan pada logo 2 dan 3, angka 6 dan 3 saling bertumpang tindih/overlapping melambangkan bahwa, walaupun memiliki tugas dan kewajiban masing-masing, setiap komponen jurdik kimia tetap saling membantu dan tolong menolong serta bergotong royong bersama-sama membangun momen-momen kejayaan jurdik kimia.
- Struktur benzene menggambarkan ciri khas kimia dan sekaligus melambangkan ikatan kuat yang dimiliki setiap komponen dari jurdik kimia.
- Obor diatas angka 6 melambangkan bahwasanya diusianya yang sudah memasuki 63 tahun, jurdik kimia masih selalu menjunjung tinggi jiwa semangat untuk terus menjadi lebih baik.
- Api bewarna orange melambangkan semangat berapi-api dalam meraih setiap momentum kehidupan.
- Tangkai obor terdiri dari dua bagian melambangkan keseimbangan antara nilai-nilai religious dan ilmu pengetahuan.
- Coretan setengah lingkaran bewarna kuning dan orange yang saling berpadu melambangkan sifat estetika dan dinamis mengikuti perkembangan zaman.
- Warna biru sebagai warna dasar melambangkan ketenangan, kepercayaan dan profesionalitas. - Warna hijau sebagai warna dasar melambangkan kesejukan, kedamaian dan membumi (kecintaan terhadap lingkungan) - Warna tambahan abu-abu sebagai representasi tema dies natalis Jurdik Kimia ke-63 yaitu Chromium yang kebanyakan ditemukan dialam dengan warna abu-abu.


Juara 2 atas nama Nurul Fitriana kimia F 18



Filosofi Logo Burung Rangkong:
1. Berwarna
2. Langka
3. Angkasa

1. Berwarna Burung rangkong terkenal akan keindahan warna warni bulunya. Bermacam macam warna bersatu berjalin dan membentuk karya indah sang maha Kuasa. Macam macam warna ini bermakna, Jurdik Kimia didirikan oleh banyak pihak dengan beragam latarbelakang yang mewarnai sejarahnya. Selama 63 kali diselenggarakan semburat pelangi pengalaman pun semakin memperindah rupanya. Dengan 3 warna pokok yaitu ungu yang berarti pengorbanan perenungan, dalam mendirikan jurdik kimia pastilah membutuhkan pemikiran yang matang dan pengorbanan yang tidak sedikit, begitu pula pemikiran dan pengorbanan warga jurdik kimia dalam melanjutkan perjuangan para pendiri dan mengembangkan jurdik kimia hingga masa yang akan datang. Warna merah bermakna semangat, semangat yang dimiliki pendiri jurdik kimia diharapkan dapat berimbas kepada warga jurdik kimia hingga saat ini dan masa yang akan datang. Warna kuning berarti agung, diharapkan warga jurdik kimia memiliki sikap dan perilaku yang agung hingga kapanpun.

2. Langka Burung Rangkong merupakan satwa Langka yg khas rupanya dan sangat dilindungi keberadaannya. Makna dibalik analogi ini adalah bahwa Jurdik Kimia memiliki rupa yang khas, unik, dan sangat berbeda dengan acara/organisasi lainnya. Keunikan ini berhasil dijaga kelangkaannya oleh para panitia selama 62 kali, dan harapannya kali ini pun dapat terjaga dengan sempurna.

3. Angkasa. Burung Rangkong merupakan penjelajah Angkasa, terbang tinggi bebas tanpa penjara. Begitulah juga dengan Jurdik Kimia 63 yg kami harapkan akan membumbung tinggi kesuksesannya dan terus berlanjut manfaatnya bagi warga jurdik kimia sendiri maupun bagi lingkungan sekitarnya.


Juara Favorit atas nama Ekka Bintang Sari kimia F 17



Filosofi logo :
Perpaduan warna yang digunakan adalah biru, kuning, dan oranye yang melambang kesan hangat, bersemangat, dan senantiasa menjaga keharmonisan antar warga Jurdik Kimia. Pada angka 6 didesain dengan warna dasar biru yang berarti damai, serta terdapat warna kuning yang diibaratkan sebagai tali yang mengikat rasa persatuan warga Jurdik Kimia yang diharapkan mampu memberikan kenangan manis di hari kelak. Pada angka 3 didesain sedemikian rupa sehingga melambangkan chromium sebagi logam yang berkilauan. Dengan tema CHROMIUM (Create Your Memory in Momentum) pada Dies Natalis Jurdik Kimia ke-63, semoga dapat memberikan kenangan luar biasa yang tersimpan pada memori ingatan warga Jurdik Kimia maupun yang lainnya.

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat berlibur warga Jurusan Pendidikan Kimia 2019 :)

Salam sejahtera bagi kita semua, semoga selalu dalam keadaan yang sehat serta berbahagia :)

Memberitahukan bahwa kami selaku bendahara Hima Kimia 2019 bermaksud melakukan Transparansi Keuangan Hima Kimia 2019 bulan Januari - Mei 2019.

Sehubungan dengan sudah tidak aktifnya jam perkuliahan, maka transparansi dilakukan secara online yang dapat dilihat dan dibaca di bawah ini
.
KLIK DISINI

Terimakasih atas kepercayaan rekan-rekan semua terhadap pengelolaan keuangan Hima Kimia 2019.
Bagi rekan-rekan yang belum membayar iuran anggota hingga semester genap ini, pelayanan dibuka di sekertariat Hima Kimia, Gelanggang Ormawa FMIPA UNY.

Informasi, kritik, saran silahkan menghubungi +62 857-0865-5881 (SALMA)


Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Senin, 20 Mei 2019


LOGO DIES NATALIS JURDIK KIMIA KE-63

Sesuai dengan syarat dan ketentuan Lomba Logo Dies Natalis Jurdik Kimia ke-63. Juara pertama dari karya terpilih akan ditetapkan menjadi logo Dies Natalis Jurdik Kimia ke-63. Logo ini terpilih setelah dilakukan penyaringan oleh pihak pihak yg ditetapkan oleh panitia.

Selamat kepada pemenang LLD 2019 yakni Hardiyan Rifki Muhammad dari kelas Kimia F 2016.

Berikut adalah filosofi dari logo tersebut :
Angka 63 melambangkan usia jurdik kimia yaitu 63 tahun.
Pada logo 1, angka 6 dan 3 berpadu membentuk sebuah lingkaran melambangkan setiap komponen yang ada dibawah naungan jurdik kimia selalu bersatu padu demi merangkai momen kejayaan jurdik kimia.
Sedangkan pada logo 2 dan 3, angka 6 dan 3 saling bertumpang tindih/overlapping melambangkan bahwa, walaupun memiliki tugas dan kewajiban masing-masing, setiap komponen jurdik kimia tetap saling membantu dan tolong menolong serta bergotong royong bersama-sama membangun momen-momen kejayaan jurdik kimia. Struktur benzene menggambarkan ciri khas kimia dan sekaligus melambangkan ikatan kuat yang dimiliki setiap komponen dari jurdik kimia.
Obor diatas angka 6 melambangkan bahwasanya diusianya yang sudah memasuki 63 tahun, jurdik kimia masih selalu menjunjung tinggi jiwa semangat untuk terus menjadi lebih baik.
Api bewarna orange melambangkan semangat berapi-api dalam meraih setiap momentum kehidupan.

Tangkai obor terdiri dari dua bagian melambangkan keseimbangan antara nilai-nilai religious dan ilmu pengetahuan.
Coretan setengah lingkaran bewarna kuning dan orange yang saling berpadu melambangkan sifat estetika dan dinamis mengikuti perkembangan zaman.
Warna biru sebagai warna dasar melambangkan ketenangan, kepercayaan dan profesionalitas.
Warna hijau sebagai warna dasar melambangkan kesejukan, kedamaian dan membumi (kecintaan terhadap lingkungan)
Warna tambahan abu-abu sebagai representasi tema dies natalis Jurdik Kimia ke-63 yaitu Chromium yang kebanyakan ditemukan dialam dengan warna abu-abu.


Minggu, 19 Mei 2019

Hasil Notulensi Dialog Jurusan 2019 yang di laksanakan pada Jum’at, 10 Mei 2019 di Ruang Sidang 2 FMIPA UNY sebagai berikut :

1.Stude exchange
Mahasiswa dapat mendaftarkan diri pada jurusan. Mahasiswa juga dapat mengikuti student exchange diluar program dari Universitas ataupun fakultas dengan syarat mata kuliah pada student exchange setara atau sesuai dengan mata kuliah yang diambil. Biaya student exchange apabila program tersebut dari Universitas, maka akan mendapatkan dana transport, visa, dan biaya hidup ditanggung oleh universitas yang diambil. Bagi kelas internasional diganti menjadi kelas unggulan. Kelas unggulan maupun reguler berkesempatan mengikuti student exchange apabila memenuhi syarat.

2.Semester Pendek (SP)
Semester pendek pada tahun 2019 masih tetap dilaksanakan. Semester pendek diadakan hanya untuk mengulang mata kuliah pada semester sebelum-sebelumnya. Pada semester pendek tidak boleh mengambil mata kuliah atas karena apabila mata kuliah ada praktikumnya tidak bisa diselesaikan dalam waktu 2 bulan. Tetapi, apabila waktu belajar sudah sampai 5 tahun baru boleh mengikuti mata kuliah atas pada semester pendek atau semester khusus.

3. Kunjungan Industri (KI)
Kunjungan industri wajib dilakukan karena penting bagi mahasiswa yang dapat mengambil pelajaran di kunjungan industri. Kunjungan industry menjadi syarat ujian skripsi dan ada sertifikatnya. Bagi yang tidak mengikuti kunjungan industri tidak dapat mengikuti ujian skripsi.

4. Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP)
KKN wajib dilakukan pada semester 7. KKN tidak mengganggu kegiatan perkulihan karena tidak ada mata kuliah yang dimulai bersamaan dengan jadwal KKN. Ada 4 mata kuliah yaitu 2 teori dan 2 praktik.  Pada saat pelaksanaan KKN tidak boleh izin selama sebulan penuh, apabila bersamaan dengan waktu perkuliahan dari pihak universitas mengajukan kuliah online saat KKN dengan 1 bulan kuliah tatap muka. Pada kurikulum 2014, PLP atau PPL diajukan di semester khusus. Waktu pelaksanaan PLP dilaksanakan pada bulan pertama masuk perkuliahan semester gasal. Jadwal PLP yang bersamaan dengan waktu perkuliahan akan diganti di hari Jumat dan dapat digantikan dengan kuliah online.

5.Asisten praktikum
Salah satu syarat yudisium yaitu asisten praktikum. Asisten praktikum menjadi syarat yudisium karena dapat menjadi bekal ketika menjadi guru bahwa pembelajaran harus ada praktikum. Sistem pendaftaran asisten praktikum pada semester kemarin berbeda dengan sebelum-sebelumnya karena laboran yang mengurusi asisten praktikum sudah tidak bekerja lagi, maka pendaftaran asisten praktikum yang dulu dibuka secara online sekarang dilakukan secara offline.

6. Mata kuliah
Materi kuliah di setiap kelas sudah ada di Rencana Pembelajaran Semester (RPS) idealnya materi setiap kelas sama tergantung penyampaiannya. Untuk pengajarnya sudah diatur dalam KBK (Kelompok Bidang Keahlian). Untuk pengajar masih menggunakan RPS yang sama, hanya terkadang ditambah dari sumber yang lain.

7.Laboran
Mahasiswa saat melakukan penelitian tidak ada kewajiban untuk memberikan upah kepada laboran, karena bahan-bahan sudah ada di laboratorium. Tugas laboran menyiapkan kebutuhan praktikum mahasiswa sampai lulus.

8. Standar Operasional Prosedur (SOP)
SOP dilakukan oleh dosen sebagai pembelajaran revolusi 4.0, maka pembelajaran ini dilakukan dengan beberapa mata kuliah yang didesain dengan online. Hal ini dilakukan sebagai uji coba dalam penelitian, jika baik akan diteruskan dan jika tidak baik akan tidak diteruskan.

9. Praktik Kerja Lapanga (PKL)
Pada kurikulum 2019, PKL diadakan pada semester 7 dan pada kurikulum 2014, PKL juga dilakukan di semester 7 tetapi pelaksanaanya dimajukan karena untuk mengantisipasi apabila ada hambatan pengulangan agar tidak dilakukan di semester 9.

10.Dana IKK
Bentuk dana IKK ada banyak, salah satunya untuk menambah koleksi buku di perpustakaan, karena di perpustakaan masih kekurangan buku. Untuk sumbangan uang diserahkan kepada bendahara Bu Dewi. Uangnya tidak digunakan untuk apa-apa, apabila ada seminar maka dana disumbangkan untuk seminar internasional dan juga untuk kegiatan mahasiswa yang menggunakan dana tersebut. Apabila ada kegiatan besar yang mengundang alumni bisa diajukan menggunakan dana IKK dengan syarat alumni mengisi seminar.


11. Dana UPPA
Dana UPPA antarjurusan tidak sama. Uang yang dipegang fakultas sudah diajukan untuk membeli alat-alat praktikum. Pada tahun 2018, tidak dilakukan pembelian alat-alat, karena waktu pengadaan barang tidak mencukupi. Pada pengadaan barang ada aturannya dan tahun 2019 akan dilakukan pengadaan barang kembali.


Selamatt Datangg di tempat yang punya banyak kata-kata. Hiya hiya.
Hallo semua apa kabar? Kali ini akan ada info menarik nih di web HIMAKI. Apa itu?
Nah disini akan di berikan info mengenai Tabel Periodik Unsur. Kawan tahu tidak, ternyata tabel periodik unusr itu mempunyai sejarah tersendiri loh? Pada pengin tahu tidak seperti apa ceritanya? Yuklah check in bellow....




Tahun 2019 ini PBB mendeklarasikan sebagai the International Year of the Periodic Table untuk merayakan salah satu penemuan penting  yang berpengaruh besar pada kemaslahatan umat manusia.
Tahun ini tepatnya pada bulan Maret 150 tahun yang lalu, seorang ilmuwan Rusia bernama DMITRI MENDELEEV yang bekerja di the University of St Andrews berhasil menyusun elemen dalam bentuk susunan yang sangat unik dan penuh makna yang kita kenal sekarang sebagai Tabel Periodik.
Semua orang yang pernah mempelajari ilmu kimia  tentunya kenal dengan Tabel Periodik.  Bagi sebagian orang yang tidak menyukai bidang kimia tabel ini mungkin dianggap menyeramkan, namun sebaliknya tabel ini sangat dicintai pengemar ilmu kimia. Semua orang tentunya memiliki kenangan sendiri terkait cara menghafal tabel  ini.  Banyak cara untuk menghafal susunan eleman yang ada di dalam tabel  yang unik ini, bahkan diantara siswa ada yang membuat lagu hanya untuk sekedar menghafal urutan elemen ini. Terlepas dari kesukaan pemakainya, tabel  ini merupakan salah satu tabel  yang paling popular dan paling penting  dalam bidang sains karena banyak penemuan penemuan terlahir dari tabel yang tampak sederhana namun penuh makna. Setelah melewati berbagai kendala Mendeleev yang hidup di era tahun 1934-1907 ini berhasil menyusun Tabel Periodik  pada tahun 1869.  Saat Tebel Periodik disusun baru ada 63 elemen yang disusunnnya secara unik dalam bentuk tabel  yang beraturan berdasarkan masa atomnya. Mendeleev bukanlah satu satunya ilmuwan yang berusaha membuat Tabel Periodik  ini.  Sebelumnya Banyak ilmuwan telah mencobanya, namun cara Mendelev menyusun elemen ini dianggap yang paling tepat. Dalam proses penyusunannya terungkap bahwa sebenarnya saat itu  Mendeleev tidak mengerti tentang sub struktur  atom. Mendeleev mulai menyusun elemen hanya berdasarkan berat atom saja.Dalam perkembangannya setelah ditemukan proton, kalangan imuwan menyadari bahwa nomor elemen sama dengan jumlah proton intinya. Oleh sebab itu Tabel Periodik modern disusun berdasarkan nomor atomnya, bukan atas dasar masa atomnya.
Sampai dengan tahun 2015 lalu telah ada 7 versi Tabel Periodik dengan ditambahkannya 4 elemen baru di tahun 2015. Pada tahun 2016  ada 4 elemen baru yang ditambahkan di Tabel Periodik yaitu  nihonium, moscovium, tennessine dan oganesson. Sebagai penghargaan dunia atas jasa Mendeleev, elemen ke 101 dinamakan mendelevium. Banyak kalangan berpendapat bahwa pengabadian nama di Tabel Periodik lebih bergengsi dibandingkan dengan pemenang hadiah nobel. Data empiris menunjukkan hanya ada 50 ilmuwan yang namanya diabadikan sebagai nama elemen di Tabel Periodik, sedangkan jumlah pemenang hadiah nobel kimia yang tentunya memanfaatkan tabel  ini mencapai 180 orang.


AGENDA HIMAKI

AGENDA HIMAKI
Dialog Jurusan

GALERI HIMAKI

GALERI HIMAKI
Dokumentasi Agenda Himaki
HIMAKI UNY. Diberdayakan oleh Blogger.

Open Karya

Admin

Arvian : 085741331362

Arsip Blog

Total pengunjung


Web Counters