Kemana Perginya Aroma Parfum Setelah Disemprot?

 
P
ernah nggak sih kalian bertanya-tanya, kenapa setelah kita semprot parfum, baunya cepat menghilang? Padahal, awalnya aroma parfum tersebut terasa kuat dan menyegarkan. Ternyata, hal tersebut terjadi karena parfum mengandung senyawa aromatik yang dapat menguap setelah disemprotkan. Senyawa aromatik menyebar ke udara sehingga aromanya dapat tercium oleh hidung. Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah senyawa aromatik yang tersisa di kulit berkurang dan aroma yang dihasilkan akan memudar.
    Ketahanan aroma parfum ternyata tidak ditentukan oleh banyaknya parfum yang digunakan. Karakteristik senyawa aromatik dan komposisi bahan parfum menjadi salah satu faktor yang memengaruhinya. Berdasarkan penelitian, campuran surfaktan yang digunakan dapat membantu meningkatkan ketahanan aroma parfum. Campuran surfaktan tertentu menunjukkan hasil yang lebih baik jika dibandingkan dengan campuran surfaktan tunggal. Hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas dari produk parfum yang dihasilkan.
    Selain itu, parfum juga menggunakan bahan yang disebut fixative atau bahan pengikat aroma. Bahan tersebut digunakan untuk membantu meningkatkan ketahanan aroma dalam suatu formula parfum. Berdasarkan hasil penelitian, parfum yang menggunakan minyak esensial dengan aroma citrus, melati, dan vanilla dapat menghasilkan karakteristik aroma yang berbeda dan memberikan ketahanan wangi yang lebih lebih awet.
    Perbedaan karakteristik aroma tersebut berkaitan dengan komposisi senyawa kimia yang terkandung dalam setiap minyak esensial. Minyak esensial citrus umumnya mengandung senyawa limonena yang memiliki aroma segar dan mudah menguap. Sementara itu, minyak esensial melati memiliki komponen volatil yang menghasilkan aroma khas bunga, sedangkan vanila mengandung vanilin yang memberikan aroma manis dan hangat. Perbedaan volatilitas dan karakteristik senyawa penyusun tersebut dapat memengaruhi seberapa cepat aroma terlepas dan bertahan dalam sediaan parfum. Oleh karena itu, kombinasi bahan pewangi dan formulasi yang tepat berperan penting dalam menghasilkan parfum dengan karakter aroma dan ketahanan wangi yang diinginkan.
    Menariknya, aroma parfum yang disukai belum tentu memiliki ketahanan yang lama. Lalu, bagaimana sih cara memilih parfum yang tahan lama? Salah satunya adalah dengan memperhatikan komposisi bahan yang digunakan dalam produk parfum. Aroma yang kuat saat pertama kali dihasilkan dari parfum belum tentu menandakan bahwa aroma parfum tersebut mampu bertahan lama. Oleh karena itu, memilih parfum sebaiknya tidak hanya didasarkan pada aroma harum yang disukai saja, tetapi juga perlu memperhatikan karakteristik komposisi bahan yang digunakan.

Daftar Pustaka

Adli, K. N., & Pramudono, B. (2015). Studi campuran surfactant untuk menentukan fungsi solubilizer dan fixative pada industri parfum. Jurnal MIPA, 38(1), 57–67.


Hardiyati, I., Fajar, I. R. F., & Novitasari, N. (2020). Formulasi dan evaluasi solid parfume dengan basis karagenanan menggunakan essensial oil citrus, jasmine dan vanila. IONTech Journal, 1(1).


Rahim, F., Zulkarni, R., & Gustin, A. (2021). Formulasi parfum padat dari beberapa varian biang parfum. Prosiding Seminar Kesehatan Perintis, 4(2).

Terima kasih telah mengunjungi website resmi Himpunan Mahasiswa Kimia FMIPA UNY.

0 Komentar