Apresiasi Reaksi: To Love an Idol

Oleh: Syiera


Filosofi:
Aku pernah mencintai seorang idola.
Dalam dekap ilusi, aku merasa memegang peta seluruh dunianya, mengira bahwa menghafal jejak langkahnya adalah bentuk tertinggi dari rasa memiliki, bersama dan mencintainya adalah cara paling utuh untuk memeluk semesta.
​Namun, betapa naifnya cermin di kamar tidurku, ia menertawakan retak-retak di tubuhku yang tak dihiraukan oleh diri itu. Bagaimana mungkin aku berani menawarkan pelayaran, sementara kapal pada pelabuhan hati ku sendiri rusak–hancur berantakan. Bagaimana mungkin diriku berani memasang muka untuk menjadi rumah bagi orang yang begitu sempurna. 
Lalu disaat waktu membawaku kembali ke hadapan mu, kesadaran itu menghantam seperti gelombang dingin yang membekukan diriku, api panas yang membakar habis diriku menjadi abu. Diluar sana, ada pasukan pemuja yang jauh lebih perkasa, yang datang membawa altar emas, memperlakukannya seperti penguasa tahta, pemerintah dunia, merawat setiap jengkal potensinya, tanpa memerdulikan Esa yang hilang hingga demi mencapai dua terbilang.
​Dan aku? Harusnya aku lebih menyadari kedudukan ku sejak awal, bukan kah sudah seharusnya diri ini berdiri di lantai dasar kegelapan panggung. Menjadi penonton setia yang menengadah, menikmati sinarmu yang tak pernah padam, atau jika suatu hari nanti topeng itu luruh, dan dunia meninggalkannya dalam sunyi yang paling purba, ketahuilah, aku masih ada di sini. ​Mencintaimu bukan karena kilau di layar kaca, bukan pula demi panggung penuh rekayasa.
Aku mencintaimu besar persis seperti retakan kapal titanik yang menghantam es, kecil dan terus membesar seiring waktu berjalan, membelah dan menenggelamkan seisinya. Meski begitu, aku tetaplah perlahan adalah yang menjadi satu satunya yang kembali tenggelam dimanisnya senyummu, di tatapan dalam dirimu dan juga karena begitu aku akan selalu mencintaimu hingga akhir hayatku. Walau aku tau besarnya kesempatanku bahkan untuk kau melirikku, tidaklah lebih besar dari mikroba yang pernah terlihat mata.

Punya karya yang ingin dibagikan? Kirim sekarang dan jadi bagian dari REAKSI!

Terima kasih telah mengunjungi website resmi Himpunan Mahasiswa Kimia FMIPA UNY.

0 Komentar