• Ilmu Kimia ~ Oleh Riyanti Dwi Hanafi


    Ilmu Kimia
    Kata Kimia berasal dari 2 bahasa yaitu bahasa Arab dari kata kimiya yang artinya perubahan benda/zat dan dari bahawsa Yunani dari kata khemeia yang artinya ilmu yang mempelajari mengenai komposisi, struktur, dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga
    molekul serta perubahannya dan interaki antar/intra molekul untuk membentuk suatu materi tertentu.  Kimia sering disebut sebagai "ilmu pusat" karena menghubungkan berbagai ilmu lain, seperti fisika, ilmu bahan, nanoteknologi, biologi, farmasi, kedokteran, bioinformatika, dan geologi. Koneksi ini timbul melalui berbagai subdisiplin yang memanfaatkan konsep-konsep dari berbagai disiplin ilmu. Sebagai contoh, kimia fisik melibatkan penerapan prinsip-prinsip fisika terhadap materi pada tingkat atom dan molekul.
    Kimia berhubungan dengan interaksi materi yang dapat melibatkan dua zat atau antara materi dan energi, terutama dalam hubungannya dengan hukum pertama termodinamika. Kimia tradisional melibatkan interaksi antara zat kimia dalam reaksi kimia, yang mengubah satu atau lebih zat menjadi satu atau lebih zat lain. Kadang reaksi ini digerakkan oleh pertimbangan entalpi, seperti ketika dua zat berentalpi tinggi seperti hidrogen dan oksigen elemental bereaksi membentuk air, zat dengan entalpi lebih rendah. katalis Reaksi kimia dapat juga berlangsung dengan menggunakan katalis (contohnya adalah asam sulfat yang mengkatalisasi elektrolisis air) atau fenomena immaterial (seperti radiasi elektromagnet dalam reaksi fotokimia). Kimia tradisional juga menangani analisis zat kimia, baik di dalam maupun di luar suatu reaksi, seperti dalam spektroskopi.
    Materi terdiri dari atom atau komponen – komponen sub atom pembentuk atom yaitu proton, elektron dan neutron. Gabungan dari beberapa atom akan  menghasilkan bentuk materi yang lebih kompleks seperti ion, molekul, atau kristal. Struktur dunia yang kita jalani sehari-hari dan sifat materi yang berinteraksi dengan kita ditentukan oleh sifat zat-zat kimia dan interaksi antar mereka. Baja lebih keras dari besi karena atom-atomnya terikat dalam struktur kristal yang lebih kaku. Kayu terbakar atau mengalami oksidasi cepat karena ia dapat bereaksi secara spontan dengan oksigen pada suatu reaksi kimia jika berada di atas suhu tertentu.
    Materi pada umumnya diklasifikasikan berdasarkan energi, fase, atau komposisi kimianya. Materi dapat digolongkan dalam 4 fase, urutan dari yang memiliki energi paling rendah adalah padat, cair, gas, dan plasma. Dari keempat jenis fase ini, fase plasma hanya dapat ditemui di luar angkasa yang berupa bintang, karena kebutuhan energinya yang teramat besar. Zat padat memiliki struktur tetap pada suhu kamar yang dapat melawan gravitasi atau gaya lemah lain yang mencoba mengubahnya. Zat cair memiliki ikatan yang terbatas, tanpa struktur, dan akan mengalir bersama gravitasi. Gas tidak memiliki ikatan dan bertindak sebagai partikel bebas. Sementara itu, plasma hanya terdiri dari ion-ion yang bergerak bebas; pasokan energi yang berlebih mencegah ion-ion ini bersatu menjadi partikel unsur. Perbedaan fasa antara padat, cair dan gas adalah pada volume dan bentuknya. Zat padat memiliki volume dan bentuk yang tetap, zat cair memiliki volume tetap tapi tanpa bentuk yang tetap, sedangkan gas tidak memiliki volume dan bentuk yang tetap
    Berdasarkan zat-zat penyusunnya materi dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu zat murni dan campuran. Zat murni menurut susunan kimianya dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu unsur dan senyawa.Unsur merupakan jenis materi yang paling sederhana dan tidak dapat dipecah menjadi dua macam zat yang lain atau lebih. Unsur terdiri dari logam dan non-logam. Untuk memudahkan penulisan, unsur diberi lambang tertentu yang disebut lambang unsur atau tanda atom. Lambang unsur diturunkan dari nama unsur itu berdasar aturan yang telah ditetapkan. Setiap unsur dilambangkan oleh huruf awal dari nama latin unsure tersebut, yang ditulis dengan huruf besar. Unsur yang mempunyai huruf awal sama,lambangnya dibedakan dengan menambahkan satu huruf lain dari nama unsur itu, yangditulis dengan huruf kecil. Senyawa adalah zat tunggal yang dapat diuraikan menjadi dua atau lebih zat lain dengan reaksi kimia.
    Senyawa termasuk zat tunggal karena komposisinya selalu tetap. Sifat senyawa berbeda dengan sifat unsur penyusunnya.Contoh senyawa: air, garam dapur (natrium klorida), CO2 (karbondioksida), gula tebu (sukrosa). Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust) menyatakan bahwa perbandingan massa-unsur dalam suatu senyawa adalah tertentu dan tetap. Senyawa merupakan jenis materi yang tersusun dari dua atau lebih unsur yang berikatan secara kimia. Contoh: 1) Perbandingan massa hidrogen : oksigen dalam air = 1 : 8 2) Perbandingan massa magnesium : oksigen dalam magnesium oksida = 3 : 2 . Pada rumus kimia suatu senyawa tercantum lambang atom unsur unsur yang membentuk senyawa itu, dan tiap lambang unsur diikuti oleh suatu angka yang menunjukkan jumlah atom unsure tersebut di-dalam satu molekul senyawa.  Contoh: 1)  H2O berarti 1 molekul air. Dalam 1 molekul air terdapat 2 atom hidrogen dan 1 atom oksigen. 2) CO2 berarti 1 molekul gas karbon dioksida. Dalam 1 molekul gas karbondioksida terdapat 1 atom karbon dan 2 atom oksigen. 3) C12H22O11,  berarti 1 molekul gula dalam 1 molekul gula terdapat 12 atom karbon, 22 atom hidrogen, dan 11 atom oksigen.



    Jenis Dan Fungsi Peralatan Gelas
    Jenis peralatan yang digunakan di Laboratorium sangat banyak. Masing masing peralatan mempunyai fungsi kegunaan masing-masing dimana antara satu perlatan gelas laboratorium dengan peralatan gelas laboratorium lainnya dapat saling mengantikan dan melengkapi.
    Jenis-jenis Peralatan gelas (Glass were equipment) yang digunakan di laboratorium antara lain:
    1.      Buret (burette)
    Silindris memanjang dengan skala pada sisi luarnya dan terdapat kran pada sisi bawah. Fungsinya, untuk menambah larutan pereaksi dimana volume penambahan harus diketahui/dicatat. Buret telah dirancang memiliki ketelitian tinggi untuk keperluan kuantitatif analisis. Sebelum digunakan, larutan/zat cair pereaksi yang akan ditambahkan harus diisikan penuh pada buret. Larutan atau cairan pereaksi ditambahkan dengan cara membuka kran pada ujung bawah buret. Pada akhir penambahan cairan pada buret, tetes cairan terakhir yang masih menempel pada ujung bawah buret harus diikutkan dengan cara ditempelkan pada dinding dalamwadah. Pembacaan skala harus dilakukan secara seksama pada permukaan meniskus zat cair.

    2.      Botol pereaksi (reagent bottle)
    Botol ini dirancang mempunyai mulut lebar untuk memudahkan dalam pengambilan pereaksi dari dalamnya digunakan pipet tetes, pipet volume, ataupun pipet ukur,tetapi dapat juga menggunakan peralatan yang lain. Dan sering diletakkan pada rak meja praktikum.
    Fungsinya, untuk menyimpan cadangan pereaksi yang difrekuensi penggunaanya tinggi.

    3.      Botol cuci (washing bottle)
    Botol cuci terbuat dari bahan plastik. Botol ini sama dengan botol semprot. Botol cuci mempunyai pipa kecil yang menjulur dari dalam keluar. Fungsinya, untuk mencuci dinding bagian dalam peralatan gelas seperti tabung reaksi,gelas beker kecil, dan lain-lainnya. Kapasitas yang tersedia

    4.      Botol timbang (weighed bottle)
    Botol transparan dengan badan tinggi atau pendek dan mulut lebar serta mempunyai penutup gelas. Fungsinya, untuk menimbang zat cair dalam jumlah tertentu sesuai yang kita inginkan.


    5.      Botol tetes (dropping bottle)
    Botol ini terbuat dari gelas dan ada juga yang terbuat dari plastik tahan bahan kimia. Botol ini dilengkapi dengan penutup yang biasanya terbuat dari polietileh dan dilengkapi dengan alat tetes. Fungsinya, untuk menyimpan larutan indikator yang biasanya digunakan dalam proses analisis kuantitatif dengan titrasi.

    6.      Corong gelas (Funnel conical)
    Fungsi nya adalah membantu memindahkan cairan dari wadah yang satu ke wadah yang lain terutama yang bermulut kecil serta digunakan untuk menyimpan kertas saring dalam proses penyaringan
    .

    7.      Corong penyaring ( Filtrering Funnel)
    Fungsinya adalah membantu memindahkan cairan dari wadah yang satu ke wadah yang lain terutama yang bermulut kecil serta digunakan untuk menyimpan kertas saring dalam proses penyaringan, seperti menyaring endapan yang terdapat dalam larutan. Kapasitas yang tersedia.

    8.      Corong Buchner (Buchner Funnel, vacuum flask,)
    Corong ini memiliki alas dalam datar dan terdapat pori-pori. Permukaan alas dalam ini diberi kertas saring yang sudah dipotong berbentuk bulat seperti alas tersebut. Fungsinya, untuk proses penyaringan dan untuk menyaring dengan dipasangkan pada labu penyaring dan pompa penghisap.

    9.      Corong pemisah (Separating Funnel)
    Alat ini terbuat dari gelas tembus pandang (transparan). Fungsinya, untuk memisahkan dua macam pelarut yang tidak saling bercampur sebagaimana dalam proses ekstraksi cair-cair. memisahkan cairan dari cairan yang lain berdasarkan berat jenisnya.

    10.  Eksikator/Desikator(Desicator)
    Eksikator adalah sebuah wadah dari kaca tertutup yang didalamnya berisi silika gel.
    Fungsi Eksikator adalah untuk mendinginkan bahan atau wadah sebelum dilakukan penimbangan serta untuk menyimpan bahan agar tetap dalam kondisi kering.


    Peralatan Non-Gelas
    Peralatan non-gelas merupakan peralatan yang biasanya digunakan dalam percobaan di laboratorium kimia. Peralatan non-gelas ini bukanlah merupakan peralatan utama yang harus tersedia di laboratorium. Apabila tidak tersedia peralatan-peralatan ini dapat diusahakan peralatan lain yang dapat menggantikan secara fungsi kegunaan. Namun demikian, peralatan non-gelas harus sedapat mungkin diusahakan keberadaanya agar percobaan dan kegiatan di laboratorium kimia dapat berjalar dengan lancar sebagaimana yang diinginkan. Beberapa peralatan non-gelas yang umumnya tersedia di laboratorium kimia adalah sebagai berikut:
    1.      Kawat kassa (wire gauze)
    Terbuat dari kawat berdiameter 0,5 mm dan dianyam sehingga menyerupai jejaring dengan ukuran 10 mesh. Kasa digunakan untuk alas gelas beker atau erlenmeyer pada saat pemanasan dengan lampu spiritus atau kompor listrik. Pada pinggir kawat kassa ini dilipat kedalam untuk menghindari tajamnya ujung kawat kassa.

    2.      Klem (clamp)
    Peralatan yang terbuat dari besi tempa. Digunakan bersamaan dengan statif. Klem yang mempunyai bentuk empat kaki dan statif  umunya digunakan untuk menjepit buret, atau menggantungkan termometer. Klem jenis lingkaran digunakan untuk  memasangkan corong pemisah atau corong gelas pada saat penyaringan dan pemisahan larutan. Klem untuk buret(polipreopelen)  ini berbentuk penjepit yang dapat terbuka pada kisaran 10-35 mm. Klem dapat  diputar bebas 360o. Pada ujung penjepit diberi denagn lapisan gambut yang mampu menjepit buret secara rapat, untuk menghindari luncuran buret saat dipasang. Klem serbaguna ini mempunyai 2 buah klem yang dapat diatur sedemikian rupa sehingga memudahkan untuk digunakan dengan peralatan apa saja. Umumnya klem serbaguna ini digunakan bersama statif dan klem lain sebagai penghubung dengan peralatan gelas.

    3.      Lumpang dan Alu (mortar and pastle)
    Terbuat dari bahan porselen dan biasanya berwarna putih. Peralatan ini mempunyai berbagai macam ukuran, mulai dari yang berdiameter lumpang 50 mm- 100mm. Kegunaannya adalah untuk menghaluskan bahan-bahan organik dan anorganik sebelum dilakukan perlakuan pada percobaan di laboratorium.



    4.      Pembakar Spiritus
    Digunakan untuk pemanasan larutan. Biasanya digunakan dengan kaki tiga dan kawat kassa.

    5.      Pembakar Bunsen
    Merupakan pembakar yang berbahan bakar gas. Gunanya untuk keperluan pemodifikasian peralatan gelas. Seperti dalam pembengkokan pipa yang terbuat dari gelas. Pembakar bunsen juga digunakan untuk keperluan uji kualitatif terhadap suatu sampel.

    6.      Penjepit Krus Porselin (Crucible tongs)
    Digunakan untuk menjepit krus porselin pada saat dimasukkan ataupun dikeluarkan dari oven atau furnace

    7.      Penjepit Gelas Beker
    Digunakan untuk menjepit gelas beker pada saat keadaan gelas beker dalam keadaan panas. Penjepit ini dilapisi dengan semacam sabut untuk menjada agar ujung penjepit tidak licit (kasar).

    8.      Penjepit Tabung Reaksi
    Digunakan untuk menjepit tabung reaksi pada saat pemanasan larutan dengan menggunakan tempat tabung reaksi.

    9.      Gunting Kertas
    Digunakan untuk memotong kertas saring dan digunakan juga dalam percobaan yang lain.

    10.  Rak Tabung Reaksi
    Digunakan untuk meletakkan tabung reaksi pada saat praktikum mereaksikan bahan kimia. Biasanya terbuat dari kayu,ada juga dari stainless steel. Ukuran dan kapasitas rak tabung reaksi bermacam-macam tergantung dari diameter tabung reaksi yang digunakan.

    by

    Nama         : Riyanti Dwi Hanafi
    Kelompok : 3 Etanol


  • 0 Comments:

    Posting Komentar

    Terimakasih telah mengunjungi website resmi Himpunan Mahasiswa Kimia FMIPA UNY

    ACHIEVEMENTS

    Demi Memajukan Jurdik Kimia FMIPA UNY

    46

    Program Kerja

    700+

    Anggota

    52

    Staff Himaki

    15921

    Pengunjung Website