Udah Siap Kuliah Lagi? Eits Kamu Harus Gercep Soal Ini!


Halo Chemist, libur semester belum selesai, tapi kita sudah harus begadang aja demi war KRS. Ritual wajib sebelum memulai perkuliahan adalah mengisi Kartu Rencana Studi (KRS). Setiap universitas memiliki metode yang  berbeda dalam pengisian KRS. Namun, pada universitas yang sama dengan fakultas yang berbeda akan memiliki cara pengisian KRS yang berbeda. Ada yang sudah dipaketkan maupun mengambil mata kuliah dengan cara "Siapa cepat, dia dapat". Kalau di Departemen  Pendidikan Kimia sendiri mahasiswa kimia murni mulai war KRS dimulai dari semester tiga, sedangkan mahasiswa pendidikan kimia dimulai di semester empat.  Nah, metode KRS rebutan atau bahasa kerennya "War KRS" merupakan hal yang paling 'kejam' karena mahasiswa diharuskan untuk menyusun sendiri mata kuliah yang mereka minati, sehingga terkadang ada beberapa mahasiswa yang tidak mendapatkan mata kuliah sesuai dengan minatnya. 

Pengisian
KRS ini biasanya dilakukan setelah pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), sehingga bagi mahasiswa yang belum membayar UKT tidak dapat mengisi KRS. Namun, tahukah kalian bahwa pengisian KRS ini biasa terjadi pada masa awal waktu pembayaran UKT? Seperti contohnya di semester ini pembayaran UKT dilaksanakan dari tanggal 10 - 28 Juli 2023, sedangkan pengisian KRS dilaksanakan pada tanggal 10 - 31 Juli 2023. Jadi, bagaimana nasib mahasiswa yang tidak dapat membayar UKT di awal pembayaran? Apakah nantinya mereka memilih mengambil mata kuliah yang tidak sesuai dengan minat mereka?
Yaa… mahasiswa yang membayar UKT di akhir, pada  "War KRS" ini dapat dibilang "Kalah sebelum berperang". Mereka memilih mata kuliah "seadanya" dan hanya bisa mengharapkan penambahan kuota mata kuliah yang mereka minati. 


Dengan adanya kurikulum merdeka, mahasiswa dapat mengambil mata kuliah di luar program studinya. Namun, setiap departemen di Universitas Negeri Yogyakarta memiliki waktu yang berbeda dalam mengeluarkan mata kuliah yang dapat diikuti mahasiswa di luar prodi. Dengan perbedaan waktu tersebut, mahasiswa mau tidak mau harus mengecek Siakad secara berkala. Beruntung jika terdapat mata kuliah di luar program studi yang diminatinya. Jika tidak, mahasiswa memilih mata kuliah yang tidak diminatinya demi mencapai target SKS minimal yang diperlukan untuk kelulusan.


Jadi, bagaimana menurut kalian "War KRS" ini? Kalian tim mana nih? Sudah menang KRS-an, masih galau belum dapat KRS, atau tim yang belum bayar UKT?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah mengunjungi website resmi Himpunan Mahasiswa Kimia FMIPA UNY