ABOUT US

Our development agency is committed to providing you the best service.

OUR TEAM

The awesome people behind our brand ... and their life motto.

  • Neila Jovan

    Head Hunter

    I long for the raised voice, the howl of rage or love.

  • Mathew McNalis

    Marketing CEO

    Contented with little, yet wishing for much more.

  • Michael Duo

    Developer

    If anything is worth doing, it's worth overdoing.

OUR SKILLS

We pride ourselves with strong, flexible and top notch skills.

Marketing

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

Websites

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

PR

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

ACHIEVEMENTS

We help our clients integrate, analyze, and use their data to improve their business.

150

GREAT PROJECTS

300

HAPPY CLIENTS

650

COFFEES DRUNK

1568

FACEBOOK LIKES

STRATEGY & CREATIVITY

Phasellus iaculis dolor nec urna nullam. Vivamus mattis blandit porttitor nullam.

PORTFOLIO

We pride ourselves on bringing a fresh perspective and effective marketing to each project.

  • PELATIHAN DESAIN GRAFIS 2021

     PELATIHAN DESAIN GRAFIS 2021



        Telah terlaksana salah satu proker dari Departemen Jurnalistik Himaki yaitu Pelatihan Desain Grafis. Pada tahun ini PDG dilaksanakan secara online melalui streaming YouTube dan Zoom Meeting pada hari Sabtu, 2 Oktober 2021 dan hari Minggu, 3 Oktober 2021. 
        PDG diikuti oleh 53 peserta baik dari angkatan 2021, 2020 dan 2019. Pada hari pertama disampaikan materi mengenai aplikasi Chemdraw oleh Ibu Isti Yunita, S.Si, M.Sc., Ph,D selaku dosen Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNY. Dan dilanjutkan pada hari kedua dengan materi Corel Draw oleh saudara Muhammad Aditia mahasiswa Institut Seni Indonesia. Selain mendapat ilmu yang bermanfaat para peserta juga mendapatkan fasilitas dongg ya pastinyaaa.. yang tidak lain dan tidak bukan yaitu e-sertifikat dan teman baruu.
        Sewaktu pelatihan peserta juga praktik membuat poster, nahh posternya pada baguss baguss loh ternyata. Dari sekian banyak karya dipilih 3 karya terbaik, berikut pemenang karya poster Pelatihan Desain Grafis 2021 :

    1.  Juara 1 atas nama Fajar Lazuardi dari kelas Kimia B 2019


    2. Juara 2 atas nama Maria Luisella Anadya dari kelas Kimia B 2021


    3. Juara 3 atas nama Hanissa Nur Hasanah dari kelas Kimia B 2020







  • SLK 2021

    Studi Laboratorium Kimia 2021 

    Studi Laboratorium Kimia adalah serangkaian acara untuk mengenalkan Jurusan Pendidikan Kimia secara lebih mendalam kepada mahasiswa baru Jurdik Kimia FMIPA UNY. Pada tahun yang spesial ini SLK dilaksanakan secara online dengan menggunakan Zoom Meeting yaitu pada tanggal pada tanggal September 2021. SLK tahun ini mengangkat tema 

        Acara yang pertama yaitu Technical Meeting yang dilaksanakan pada Sabtu, 04 September 2021. Dalam TM diputarkan video rewind SLK 2019-2020 serta launching yel-yel dan jargon. Acara yang kedua yaitu Stadium General (SG) dan Diklat Instrumentasi Dasar (DID) pada Sabtu, 11 September 2021. Acara resmi dibuka oleh Bapak Dr. Ali Mahmudi, M.Pd. selaku Wakil Dekan Bidang  Kemahasiswaan dan Alumni FMIPA UNY. Acara dilanjutkan dengan materi prespektif kimia, materi selayang pandang kimia dan Diklat Instrumentasi Dasar (DID). Di acara DID ini, mahasiswa baru dikenalkan dengan laboratorium kimia dan alat-alat yang tersedia di dalamnya. Selain ditunjukkan dimana letak laboratorium, mahasiswa baru Jurdik Kimia juga dijelaskan mengenai kegunaan alat dan instrument yang ada di laboratorium.

       Acara yang ketiga yaitu Stadium Eksklusif (SE) pada Minggu, 12 September 2021. Acara ini diawali dengan perkenalan Hima dan keorganisasian yang kemudian dilanjutkan dengan perkenalan SDP (Student Development Program). Acara selanjutnya dibersamai oleh kakak-kakak IKAHIMKI. 

        Pada tahun ini terdapat hari H SLK 2021 yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 18 September 2021. Dalam hari H ini diadakan berbagai games dan pemutaran video pensi serta pemutaran video after movie. Dengan selesainya acara pada Stadium Eksklusif ini juga telah selesai acara SLK tahun 2021.






  • PENDATAAN PRESTASI MAHASISWA JURDIK KIMIA PERIODE AGUSTUS-SEPTEMBER

     


    Berikut kami sampaikan data prestasi mahasiswa Jurdik Kimia peride Agustus-September 2021
    KLIK DISINI



  • Artikel September: Return Trip Effect : Waktu Pulang Terasa Lebih Cepat

     Return Trip Effect : Waktu Pulang Terasa Lebih Cepat



                Setiap orang pasti pernah melakukan perjalanan atau bepergian, entah itu travelling, sunmori, mengantar ibu ke pasar, atau kegiatan lainya yang lekat dengan beepergian. Berkendara hingga sampai ke tempat yang dituju itu memang menyenangkan. Akan tetapi, pernah nggak sih kalian merasa waktu perjalanan pulang lebih cepat daripada waktu berangkat?

     Dapat diyakini, orang akan menjawab bahwa waktu berangkat lebih lama dari waktu pulang. Mengapa ini bisa terjadi? Padahal jarak dan rute yang ditempuh sama. Akan Tetapi, mengapa waktu berangkat seringkali terasa lebih lama daripada waktu pulang?

    Ternyata, beberapa peneliti sudah memberikan penjelasan ilmah terkait dengan “relativitas” waktu ini. Hal ini disebut dengan Return Trip Effect. Apa itu Return Trip Effect? Return Trip Effect  adalah efek perjalanan pulang yang dimana setiap orang punya perasaan bahwa waktu pergi lebih lama namun waktu pulang terasa lebih cepat.

    Return Trip Effect secara logika dimaknai lekat dengan sensasi manusia saat menemukan, melihat, dan memperhatikan hal baru. Jika seseorang bepergian, maka ia akan secara otomatis fokus dengan rambu-rambu, arah, patokan, jalan, persimpangan, dan lokasi menuju ke tempat tujuan. Akan tetapi saat mereka pulang, mereka tidak perlu lagi memperhatikan hal-hal di sepanjang jalan karena sudah terproses otomatis di otak. Ketika pergi, otak akan merekam segala hal yang baru di depannya pertama kali yakni ketika berangkat. Lalu, ketika perjalanan pulang, otak dan respon akan familiar karena telah tersimpan di dalam memori otak. Inilah yang disebut dengan faktor familiaritas dalam efek perjalanan.

    Salah satu penelitinya adalah Niels van de Ven. Psikolog asal Belanda ini pada 2011 mengeluarkan hasil penelitian tentang fenomena tersebut. Niels menyebutkan bahwa fenomena tersebut bisa terjadi dengan menyandarkan diri pada teori familiaritas lantaran seseorang masih asing terhadap rute yang ditempuh.

    Secara sederhana, misalkan kita melakukan suatu rutinitas. Dalam melakukan rutinitas, yang biasanya terjadi adalah kita tidak perlu mengeluarkan effort yang terlalu besar karena sudah hafal dengan apa saja yang harus dilakukan. Kalau melakukan hal baru, istilahnya di sana kita merasa “mbabat alas” dulu yang tentu membutuhkan waktu lebih lama daripada melakukan rutinitas.

    Ketika berangkat ke tempat baru, kita cenderung menduga-duga lama waktu tempuh yang bakal dihabiskan sampai ke tempat tujuan. Namun, saat waktu tempuh ke tempat tujuan lebih lama dari yang diharapkan, kita mungkin menyesuaikan harapan waktu tempuh perjalanan pulang hampir sama dengan perjalanan waktu berangkat tadi. Dan, tiba-tiba saja, kita merasakan, “Lho, kok udah sampai rumah aja ya, Perasaan tadi pas waktu berangkat, lama banget.”

    Niels Van De Ven mengatakan bahwa hal tersebut adalah a violation of expectation yang dapat diartikan pelanggaran harapan dalam perjalanan. Pelanggaran harapan itu dimaksud bahwa "seseorang merasa durasi perjalanan berangkat dan pulang itu sama namun nyatanya terasa lebih singkat".  Ini merupakan ekspektasi umum yang dirasakan orang-orang ketika melakukan perjalanan. Dimana faktor ekspektasi telah diuji dan disandingkan dengan faktor familiaritas. 

     

     

     

     

     

    Sumber :

    Return Trip Effect : Alasan Waktu Berangkat Lebih Lama dari Waktu Pulang – Terminal Mojok

    Return Trip Effect, Pergi Lama Pulang Cepat - Kompasiana.com

  • ORBITAL 2021


    Klik link di bawah ini untuk mengakses buku Orbital 2021 

    ORBITAL 2021


    Untuk teman-teman yang ingin punya soft copy Orbital, bisa menghubungi 081779493621 (Muhram)


  • PENDIDIKAN TANPA EKSPRESI

     PENDIDIKAN TANPA EKSPRESI


    (sumber : pixabay.com)

    Banyak dari kita pasti telah mengenyam pendidikan. Bahkan sedang dalam proses mengenyam pendidikan. Saat kecil pun sebenarnya kita telah melalui proses mengenyam pendidikan. Dahulu kita dilatih untuk merangkak, duduk, dan berjalan oleh orang tua. Hal sekecil itu pun sudah bisa disebut sebagai pendidikan. Lantas apa arti pendidikan yang sebenar-benarnya? Menurut Thompson pendidikan adalah pengaruh lingkungan terhadap individu untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang tetap dalam kebiasaan perilaku, pikiran, dan sifatnya. Sedangkan menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan adalah tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak.

    Pendidikan memiliki andil yang sangat besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya di Indonesia. Ada dua jenis pendidikan di Indonesia, yaitu pendidikan formal dan non formal. Pada pendidikan formal kita diwajibkan mengenyam pendidikan selama 12 tahun, yaitu dimulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga lulus di tingkat Sekolah Menengah Atas. Sedangkan untuk pendidikan non formal bisa kita dapatkan dalam keseharian kita, seperti menanam sayur atau buah.

    Dalam sejarahnya, pendidikan di Indonesia pertama kali diperkenalkan pada masa kolonialisme Belanda. Gubernur Jendral Herman William Deandels adalah tokoh yang pertama kali memperkenalkan sistem sekolah rakyat. Setelah itu hadir sang pembaharu pendidikan Indonesia, yaitu Ki Hajar Dewantara. Ki Hajar Dewantara adalah penggagas dari konsep pendidikan Taman Siswa. Melalui pendidikan Taman Siswa, lahirlah konsep momong, among, lan ngemongi yang kemudian dikembangkan menjadi tiga prinsip kepemimpinan di Taman Siswa, Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Pada dasarnya konsep-konsep pendidikan itu mengutamakan cinta dan kasih sayang, serta tanpa kekerasan dan pemaksaan yang artinya pendidikan haruslah memanusiakan manusia untuk menjadi manusia yang merdeka tanpa hambatan dan paksaan.

    Akan tetapi, praktik yang terjadi sekarang sangatlah jauh berbeda dari konsep Taman Siswa yang digagas oleh Ki Hajar Dewantara. Konsep Taman Siswa seolah-olah hanya dipandang sebelah mata tanpa adanya penerapan dalam sistem pendidikan Indonesia. Sistem pendidikan yang kita rasakan pada hari ini bukanlah hasil dari sebuah cita-cita mulia Taman Siswa, melainkan sistem pendidikan yang cenderung bersifat kolonialis. Siswa dituntut untuk menguasai seluruh mata pelajaran yang diajarkan gurunya di sekolah. Bahkan guru juga dituntut untuk bisa membuat siswanya menguasai mata pelajaran yang diampunya. Sungguh memprihatinkan sekali sistem pendidikan Indonesia saat ini. Praktik pendidikan seperti ini telah terjadi di banyak atau di seluruh sekolah-sekolah di bumi pertiwi. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat belajar sekaligus mengolah minat dan bakat siswa kini berubah menjadi sekolah yang membelenggu minat dan bakat siswa. Padahal setiap siswa pasti memiliki minat dan bakatnya tersendiri, entah itu dalam bidang akademik, seni, olahraga, atau yang lainnya. Terlebih saat ini timbul paradigma di masyarakat mengenai tingkat atau tolak ukur dari kepintaran orang yang dirasa dapat dinilai hanya dari satu sudut pandang saja, tanpa peduli sudut pandang yang lain. Namun, pada hakikatnya semua orang itu mempunyai minat dan bakat di bidangnya masing-masing, tanpa perlu menguasai semua mata pelajaran di sekolah.

    Oleh karena itu semua elemen harus turut serta bergerak dalam rangka memperbaiki sistem pendidikan yang sedikit melenceng ini. Mulai dari pemerintah yang harus selektif dalam membuat kebijakan, guru yang cukup memberi materi dan mengajarkannya kepada siswa tanpa perlu memaksanya, serta masyarakat yang harus selalu berpikiran terbuka tentang sejatinya pendidikan itu sendiri.

     

    Referensi :

    https://www.kompasiana.com/rahmadwi08/sejarah-pendidikan-di-indonesia/

     


  • WHAT WE DO

    We've been developing corporate tailored services for clients for 30 years.

    CONTACT US

    For enquiries you can contact us in several different ways. Contact details are below.

    HIMAKI UNY

    • Street :Road Street 00
    • Person :Person
    • Phone :+045 123 755 755
    • Country :POLAND
    • Email :contact@heaven.com

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation.